oleh

SMAN 1 Palu Laksanakan Uji Coba PTMT

-Pendidikan-dibaca 82 kali

SULTENG RAYA – Peserta Didik kelas XII SMAN 1 (Smansa) Palu, melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) atau yang dikenal dengan simulasi PTMT.

Kepala SMA Negeri 1 (Smansa) Palu, Zulfikar Is Paudi mengatakan, implementasi simulasi PTMT tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada beberapa syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pusat, yakni dengan menghadirkan sebanyak 16 persen dari total keseluruhan jumlah peserta didik di sekolahnya, dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Pihak sekolah tidak serta merta langsung melaksanakan PTMT ini, kami tentu meninjau dari beberapa aspek, pertama, surat edaran dari gubernur, kedua, berdasarkan peningkatan level yang mana Kota Palu telah berada di bawah level empat dan bahkan sekarang sudah di level dua, ketiga, izin dari Dinas, dan juga dari orangtua peserta didik kami,” kata Kepsek kepada Sulteng Raya, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga :   PTMT SMPN 2 PALU, Kepsek Imbau Peserta Didik Datang Sesuai Jadwal

Selain itu kata Kepsek implementasi tersebut didukung dengan kesiapan sekolah, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana (sapras) hingga kesiapan tenaga pendidik dalam melaksanakan PTMT, untuk itu Kepsek berharap simulasi PTMT tersebut dapat berjalan lancar, sampai pada pelaksanaan PTMT terbatas yang akan dilakukan oleh seluruh tingkatan kelas secara terbatas, mengingat antusias peserta didiknya sangat tinggi untuk dapat melaksanakan PTMT.

“Dalam pelaksanaan PTMT ini sekolah sudah mempersiapakan berbagai sapras mulai dari tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, handsanitizer, desinvektan dan lainnya, jadi sekolah memiliki Standar Operasional (SOP) yang harus dilaksanakan, dan pihak sekolah sudah memberikan informasi tersebut kepada orangtua peserta didik, sehingga mereka sudah mengetahui SOP dari sekolah ini,” kata Kepsek.

Baca Juga :   MENDIKBUD TUGASKAN 265 DOSEN JADI DUTA KAMPUS MERDEKA, Saatnya Akselerasi Kampus Merdeka dari Dosen untuk Dosen

 “Tentunya peserta didik kami sangat antusias, karena sudah cukup lama PJJ dari rumah kita laksanakan, meskipun pembelajaran ini memang maksimal, karena dibatasi waktunya hanya minimal 3 jam pembelajaran, tetapi ini sudah lumayan baik, dari pada kita terus melakukan pembelajaran online, setidaknya guru sudah bisa berinteraksi langsung dengan peserta didik,” katanya mengakhiri. MG5/JAN

Komentar

News Feed