oleh

Gerakan Donggala Mengaji Telah Menyasar Tiga Kecamatan

-Pendidikan-dibaca 62 kali

SULTENG RAYA-Gerakan Donggala Mengaji yang telah diluncurkan 2 Oktober 2021, kini telah menyasar tiga kecamatan di kabupaten ini, yakni Kecamatan Sojol, Kecamatan Dampelas, dan Kecamatan Tanantovea.

Gerakan yang digagas dan diprakarsai oleh Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tengah H. Ahmad M Ali dan Adha Nadjemuddin tersebut lahir tidak secara kebetulan. Namun melalui diskusi panjang terhadap kondisi anak-anak di kabupaten itu yang  kini banyak yang tidak bisa membaca Alquran.

Adha Nadjemuddin menjelaskan, berdasarkan survei yang telah Ia dilakukan, sejumlah guru SMP mengaku saat mereka menguji anak-anak di kabupaten ini masuk ke jenjang SMP, banyak ditemukan yang tidak lancar membaca Alquran, bahkan tidak sedikit diantaranya yang sama sekali tidak bisa membaca Alquran.

Baca Juga :   MAN IC Palu Kembali Rebut Juara 1 COMIC’ Tadulako

Belum lagi katanya, guru mengaji di kampung-kampung saat ini semakin sulit. Jikapun ada yang bisa mengajar, namun tidak punya waktu luang. Ada yang bisa mengajar, tetapi harus mengerjakan pula pekerjaan yang lain.

“Ada juga TPQ yang sudah dibangun tapi tidak ada guru ngajinya, ada juga yang sudah mengajar sepanjang tahun, namun tanpa ada imbalan apa-apa. Mereka mengajar karena menabung masa depan di akhirat sebagai amal jariah. Mereka hanya mendapat imbalan apa adanya dari orang tua santri. Ada pula yang diberi honor dari dana desa, tetapi diterima tiga bulan sekali,”ujar Adha, Rabu (6/10/2021).

Katanya, cukup kompleks persoalannya, padahal mengaji adalah dasar dari seluruh ilmu agama. Sementara syarat untuk orang beragama itu harus berilmu.

Baca Juga :   Hari ini Unismuh Palu Tarik Mahasiswa Peserta PPL

Masa depan generasi kata Tokoh Ansor Sulteng ini, bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata, tetapi tanggungjawab bersama. “Inilah yang mendorong kami bersama Bapak H Ahmad M Ali untuk meluncurkan program Gerakan Donggala Mengaji. Kita mulai dari Donggala sebagai kabupaten tertua di Sulteng,”jelasnya.

Program ini katanya, mendapat dukungan besar dari para tokoh-tokoh masyarakat di desa, juga dari para penyuluh agama di desa hingga Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Donggala.

“Kami baru bisa memberi insentif sedikit dari beberapa guru mengaji yang selama ini belum disentuh pemerintah. Kami juga baru bisa memberi beberapa buah Alquran kepada TPQ-TPQ yang sebagian Alquran-nya sudah usang bahkan sebagian sudah robek,”sebutnya.

Baca Juga :   STPL Palu Dapat Kunjungan Perdana dari Sakinah Aljufri

“Kami sadari gerakan ini tidak bisa menuntaskan buta huruf hijaiyyah, tetapi sedikitnya bisa mengurangi angka buta huruf hijaiyyah. Kami sadar gerakan ini tidak bisa mensejahterakan guru mengaji di pelosok-pelosok kampung, tetapi setidaknya bisa mempertahankan konsistensi mereka untuk tetap memberi ilmu kepada santri-santri di kampung,”sambungnya.

Sebagai gerakan sosial kata Adha, dirinya mempersilahkan bagi masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi membantu gerakan ini, baik itu dalam bentuk sumbangan Mushaf Alquran, buku Kunci Ibadah, maupun berbentuk dana untuk honor para guru mengaji. “Jika ingin membantu, silahkan diantar ke Sekretariat Ansor Sulteng, Jalan Lasoso, 44 Bumi Bahari Palu,”ujar Adha. ENG

Komentar

News Feed