oleh

Tidak Ada Penambahan Jumlah Penerima Stimulan di Loli Raya

SULTENG RAYA – Penambahan jumlah penerima dana stimulan bagi warga di Desa Loli Raya, Kabupaten Donggala ternyata tidak bisa diakomodir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donggala, Akris Fatah menegaskan, permintaan untuk penambahan tersebut tidak dapat diakomodir, karena anggaran sudah tidak tersedia.

Sebelumnya, penyintas Desa Loli Raya melakukan aksi massa menutup Jalan Trans Palu Donggala dengan menyuarakan salah satu aspirasinya yaitu meminta penambahan data penerima stimulan di Desa Loli Raya sebanyak 315 KK untuk bisa diakomodir.

“Data tambahan penerima setimulan sebanyak 315 warga tersebut dikumpulkan oleh Wiwin dan sejumlah warga. Menindaklanjuti data tersebut, kami diperintah oleh Bupati untuk mengundang lima kepala desa di Loli Raya untuk mempertanyakan data 315 yang dimasukan oleh Wiwin tersebut, ternyata seluruhnya kepala desa tidak ada yang tau asalnya,” tegasnya.

Baca Juga :   Polisi Gerebek Arena Judi Sabung Ayam di Sojol

Lebih lanjut kata dia, proses pengumpulan data tambahan penerima stimulan tersebut bukan atas dasar inisiatif pemerintah desa, melainkan inisiatif sekelompok warga yang dipimpin oleh Wiwin, yang kemarin menjadi Korlap unjuk rasa.

“Kami mengumpulkan para kepala desa untuk memastikan bahwa masih adakah masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa belum mendapat bantuan. Pada rapat tersebut, Loli Saluran itu tersisa 18 KK tetapi didorong ke Huntap, kemudian ada satu yang belum terakomodir, tetapi sudah didorong ke bangunan swadaya masyarakat,” terangnya.

Kemudian kata dia, Loli Pesua juga ada 18 KK sebelumnya terverifikasi, namun saat pengimputan namanya hilang. Namun, setelah dilakukan uji publik pada bulan Februari 2021 lalu, memang benar ternyata nama mereka ada sebagai penerima stimulan.

Baca Juga :   Masyarakat Walandano Antusias Ikuti Vaksinasi Akabri 1999 Peduli

“Namun, 18 nama ini akhirnya bisa diakomodir menggantikan beberapa nama yang setelah diverifikasi ternyata sudah tidak berada di tempat. Sementara itu, untuk Loli Tasiburi itu ada data tambahan sebanyak 1 KK, tetapi juga sudah terkomodir sebagai penerima Huntap,” ucapnya.

Disamping itu kata dia, ada masalah lain yang muncul, yaitu ada 23 warga Loli Raya yang menolak untuk menerima dana stimulan yang terdiri dari 4 warga Loli Pesua dan 19 warga Loli Tasiburi. Mereka memiliki hak sebagai penerima Huntap, tetapi menolak dan meminta untuk dipindahkan sebagai penerima dana stimulan.

“Jadi mereka ini tetap mendapat hak menerima huntap, tetapi mereka menolak dan maunya mendapat stimulan. Jadi sebenarnya persoalan di Loli Raya itu sudah selesai, namun tiba-tiba datang lagi permintaan warga untuk menambah jumlah penerima dana stimulan sebanyak 315 KK, darimana data mereka, sedangkan pemerintah desa saja tidak mengetahui dari mana data itu muncul,” tegasnya.

Baca Juga :   Baksos AKABRI 99 Sulteng Sasar Masyarakat Desa

Menurutnya, penambahan data sebanyak 315 KK sebagai penerima stimulan tersebut tidak melalui prosedur, dan tidak melalui pemerintah desa yang memiliki kewenangan atas pendataan tersebut. Tidak ada yang bisa menjamin data tersebut akurat dan sudah sesuai dengan kriteria sebagai penerima stimulan. ADK

Komentar

News Feed