oleh

Pendiri RQI Perkenalkan Metode Sekejap Paham Alqur’an

-Kota Palu-dibaca 85 kali

SULTENG RAYA – Pendiri Rumah Qur’an Ihsan (RQI) Palu, Rizal Hamzah, menjadwalkan kajian metode Sekejap Paham Alqur’an,  Jum’at (8/10/2021) mendatang.

Kajian yang dilakukan secara virtual (zoom meeting) itu menargetkan 200 peserta, baik yang berasal dari Kota Palu maupun luar daerah.

Pendiri RQI Palu sekaligus trainer metode Sekejap, Rizal Hamzah mengatakan, inisiatif pelaksanaan kegiatan itu untuk syiar keilmuan bagi umat islam terkait metode memahami kandungan Alqur’an. Kata dia, saat ini, antusias seorang muslim untuk mendalami isi  Alqur’an sangat besar.

“Kami melihat zaman sekarang, arus deras hijrah semakin tumbuh di masyarakat. Sehingga, kami sangat bersemangat untuk melaksanakan kegiatan kajian Metode Sekejap Paham Qur’an ini,” kata Rizal Hamzah kepada Sulteng Raya, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga :   MTsN 1 Palu Mulai PTMT dengan Prokes Covid-19 Ketat

Dia juga mengatakan, untuk persiapan pelaksanaan kegiatan itu, sudah berjalan sekitar 80 persen. Peserta sudah banyak yang mendaftarkan diri melalui link yang dibagikan serta telah membentuk grup untuk proses interaksi panitia dengan peserta sekaligus pembagian link zoom.

Rizal Hamzah mengungkapkan, terkait metode Sekejap Paham Qur’an sudah dibentuk koordinator di masing-masing kota di Indonesia. Khusus untuk  Kota Palu,  dibimbing langsung oleh Rizal Hamzah.

“Kami berharap, ketika kegiatan metode Sekejap Paham Qur’an selesai, peserta dapat mengamalkan ilmu yang didapat selama kegiatan, dan bisa diajarkan  kepada keluarga serta masyarakat secara umum, sehingga terbentuk muslim yang dapat memahami Alqur’an dengan baik,” katanya.

Metode Sekejap Paham Qur’an adalah sebuah metode paham Qur’an yang akan membantu kaum muslimin dalam memahami Alqur’an sekalipun tanpa dasar bahasa arab. Memahami yang dimaksud adalah mengetahui banyak kosa kata dalam Alqur’an.

Baca Juga :   BWA Cabang Palu Distribusi 50 Ribu Example Alquran

“Untuk cara pemahaman dalam metode ini, tentunya sudah dibuat dengan konsep sedemikian rupa agar masyarakat yang belum sempat belajar bahasa arab secara formal dapat paham dengan kosa kata Alquran ketika membacanya,”jelas Ketua Yayasan Pondasi Tauhid Umat ini. MG5/MG6

Komentar

News Feed