oleh

Persiapan PTMT, 500 Siswa MTsN 1 Palu Divaksin

-Kota Palu-dibaca 69 kali

SULTENG RAYA – Menjelang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), civitas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Palu menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 tahap 1 dan tahap 2 kepada 500 siswanya.

Kegiatan vaksinasi tersebut bekerja sama dengan Tim Kesehatan Covid-19 Puskesmas Singgani Kota Palu, dilaksanakan di dua tempat, di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Palu dan di Puskesmas Singgani, Rabu (6/10/2021).

“Program vaksinasi ini merupakan kali kedua bagi keluarga besar MTsN 1 Kota Palu, dimana vaksin pertama yang di gelar yakni kepada para guru dan staf tata usaha. Vaksin kedua ini dilaksanakan kepada para siswa,” kata Kepala MTsN 1 Kota Palu, Hj Rusdiana.

Pelaksanaan vaksin Covid-19 kepada para peserta didik MTsN 1 Kota Palu itu, kata dia, mendapat dukungan dari para orangtua atau wali siswa

“Karena memang sebelum kami melakukan vaksin kepada peserta didik, terlebih dahulu kami meminta persetujuan dari orangtua atau wali siswa. Alhamdulillah, hampir seluruh orangtua atau wali siswa setuju anaknya divaksin. Total keseluruhan siswa yang ada di madrasah ini berjumlah 776 siswa. Sebanyak 500  atau 76 persen siswa telah menyatakan siap divaksin. Dan pelaksanaannya bertahap, berdasarkan jadwal yang telah di berikan oleh pihak Puskesmas Singgani,” jelasnya.

Baca Juga :   BELAJAR TATAP MUKA DI LOLU SELATAN, Pihak Sekolah Harap Perketat Prokes Covid-19

Awalnya, kata dia, partisipasi para siswa madrasah terhadap vaksinasi sangat rendah, sehingga vaksinasi menjadi perhatian serius bagi pihak MTsN 1 Kota Palu.

Berbagai cara telah dilakukan pihaknya. Mulai dari memberikan edukasi kepada peserta didik dari kepala madrasah dan video testimoni dari siswa yang telah divaksinasi.

Alhamdulillah mendapatkan jawaban baik dari para siswa itu sendiri maupun dari para orangtua atau wali siswa, bahwasanya mereka siap untuk divaksin. InsyaAllah ke depan kita dari madrasah akan menjadwalkan kembali kegiatan yang sama bagi mereka yang belum divaksin. Saya berharap, bagi siswa yang sudah divaksin dapat menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 itu bukan sesuatu yang menakutkan,” ucapnya.

Baca Juga :   Pansus III DPRD Sulteng Konsultasi Raperda Pesantren di Jabar

Menurutnya, sejumlah siswanya yang belum divaksin karena belum cukup umur hingga masih sakit.

“Walaupun demikian, kami tetap menghormati keputusan para siswa yang belum melakukan vaksinasi, karena ada siswa yang masih dalam keadaan sakit, bahkan ada yang masih di bawah dari batas umur yang ditetapkan oleh Pemerintah, yakni 12 sampai dengan 17 tahun wajib divaksin,” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, sejak Selasa (5/10/2021), level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Palu turun ke level 2. Hal itu atas hasil evaluasi Pemerintah terhadap kasus Covid-19 di Kota Palu terus melandai.

Penurunan level PPKM di Kota Palu tertuang dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3,  Level 2 dan Level 1 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid -19 di tingkat Desa, Kelurahan dan untuk pengendalian penyebaran Covid -19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Baca Juga :   Pemprov Sulteng Percepat Pembangunan Jalur Lingkar Palu-Sigi-Palu

Selain Kota Palu, PPKM di delapan daerah lainnya di Sulawesi Tengah turut turun ke level 2, yakni Kabupaten Donggala, Toli-Toli, Morowali, Banggai Kepulauan (Bangkep), Parigi Moutong, Tojo Una Una, Sigi dan Kabupaten Morut.

Sementara itu, empat kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Banggai, Banggai Laut, Buol dan Kabupaten Poso juga ikut turun level ke level III.

Meski level PPKM turun, masyarakat diimbau agar tetap patuh protokol kesehatan (prokes) Covid-19, dengan menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobolitas. HGA

Komentar

News Feed