oleh

Kemendikbud ristek Gelar Diskusi Pengelola Geopark

-Pendidikan-dibaca 91 kali

SULTENG RAYA-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, danTeknologi (Kemendikbudristek) melalui Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU),  Biro KerjaSama dan Hubungan Masyarakat, menggelar “Diskusi Upaya Peningkatan Kapabilitas Pengelola Geopark dalam rangka mewujudkan pariwisata berkelas dunia” pada Kamis—Sabtu, 30 September—2 Oktober 2021 di Hotel Vega, Serpong, Tangerang, Banten.

Diskusi tersebut bertujuan untuk memfasilitasi sekaligus menjadi forum diskusi bagi seluruh pengelola taman bumi (geopark) di Indonesia,sehingga mereka dapat meningkatkan kapabilitasnya guna mewujudkan pariwisata yang berkelas dunia di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Diskusi dilakukan secara tatap muka dan daring.Peserta diskusi terdiri dari para pemangku kepentingan sektor pengelolaan geopark yang berjumlah 85 orang, yakni perwakilan kementerian/lembaga, badan pengelola Taman Bumi, praktisi ahli, akademisi, serta pemerintah daerah yang memiliki Taman Bumi di wilayah administrasinya.

Baca Juga :   Vaksinasi Pelajar SMP di Palu Belum Capai 50 Persen

PelaksanaTugas (Plt.) Kepala Biro kerjasama dan hubungan masyarakat, Anang Ristanto mengungkapkan bahwa forum diskusi antar pengelola geopark sangatlah penting untuk diselenggarakan. Para pengelola geopark membutuhkan sebuah wadah diskusi untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi agar kapabilitas mereka dapat meningkat,sehingga mampu mengembangkan geopark-nya masing-masing secara lebih maksimal dengan cara melestarikan dan memanfaatkan lingkungan alam dan geologi yang ada di dalamnya secara bijak.

Sementara itu, Ketua Harian KNIU,Itje Chodijah mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan geopark.Di mana Indonesia memiliki lebih dari seratus sepuluhpotensi warisan geologi nusantara yang menjadikannya sebagai negara mega diversity di bidang budaya, geologi, dan biologi.

Ia juga mengatakan, Indonesia dapat mengupayakan pengarus utamaan keanekaragaman hayati dalam segala sendi kehidupan. Keanekaragamanya yaitu pun menjadi modal pembangunan berkelanjutan untuk pemenuhan berbagai kebutuhan, istilah bio prospeksi danpromosi/penjenamaan (branding) produk kawasan geopark.

Baca Juga :   3 Tim Robotech Tadulako Lolos KRI 2021 Tingkat Nasional

Selain itu, Itje juga berkata bahwa KNIU selaku narahubung antara Pemerintah Indonesia di dalamnya termasuk para pengelola Taman Bumi dengan UNESCO mendukung secara penuh upaya pengembangan Taman Bumi Indonesia dan siap bekerjasama dengan Komisi Nasional Geopark Indonesia (KNGI) dikoordinatori oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

Dengan niat, konsistensi, dan kerjasama yang baik dari seluruh pemangku kepentingan, Taman Bumi Indonesia dapat makin maju dan berkelas dunia. Upaya pengembangannya pun untuk mencapai Taman Bumi dengan geopariwisata dan geoedukasi yang dapat membuka peluang untuk menciptakan lapangan melalui promosi budaya dan produk lokal akan dapat terealisasi.

Dewan Pakar Geopark Indonesia, Hanang Samodra, menjelaskan bahwa upaya perwujudan dan Taman Bumi berkelas dunia dapat dilakukan. “Melalui pemanfaatan kekayaan keanekaragaman geologi (geodiversity) yang ada di dalamnya. Keanekaragaman geologi tersebut yang berpeluang besar untuk menjadi warisan geologi yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan geopariwisata serta menjadi dasar pembangunan kawasan secara berkelanjutan melalui pengembangan geopark, ” imbuhnya.MG 6

Komentar

News Feed