oleh

Puncak HUT Ke-28, BBTNLL Lepasliarkan Burung Maleo

-Kota Palu-dibaca 60 kali

SULTENG RAYA – Memeriahkan puncak acara kegiatan hari ulang tahun (HUT) ke-28 Taman Nasional Lore-Lindu (TNLL) dipusatkan di BPTNW  I Saluki, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) menyelenggarakan kegiatan berupa release (pelepasliaran) burung maleo dan anggrek ke alam, Selasa (5/10/2021).

Kegiatan release maleo dan anggrek itu diikuti segenap personil BBTNLL, konsultan Forest Programme (FP) III Sulawesi, anggota Saka Wanabakti, Kelompok Pecinta Alam dan Mahasiswa Universitas Tadulako. Burung maleo yang di-release berjumlah tujuh ekor yang dilepasliarkan ke habitatnya di kawasan Saluki, Desa Tuva, Kabupaten Sigi.

Sebelumnya, BBTNLL juga telah mengadakan serangkaian kegiatan diantaranya aksi bakti sosial dari Dharma Wanita BBTNLL berupa penyerahan bantuan peralatan kepada Kelompok Sari Kelapa di Desa Kadidia dan penanaman pohon oleh segenap personil dan masyarakat di area pemandian air panas Resort Kadidia dan wilayah sekitar Kantor Bidang Pengeloaan Taman Nasional Wilayah (BPTNW) III Poso.

Baca Juga :   Program Keringanan Utang di KPKNL Berakhir Desember 2021

Kemudian dilaksanakan juga acara webinar yang bertemakan refleksi pengelolaan TNLL ke-28 dan pemberian penghargaan kepada insan-insan local champion yang memberikan kontribusi bagi pengelolaan TNLL.

“Melalui kegiatan release ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah populasi burung maleo yang ada di TN Lore Lindu, khususnya kawasan Saluki sebagai salah satu lokasi penetasan burung maleo,” Kepala BBTNLL, Jusman.

Jusman menambahkan, dengan release maleo ini menyatakan bahwa BBTNLL telah melaksanakan fungsi pengelolaannya berupa konservasi keanekaragaman hayati burung maleo sebagai salah satu satwa endemik di Pulau sulawesi ini.

Oleh karenanya, Jusman berpesan agar semua pihak untuk selalu berperan melindungi satwa maleo ini supaya terhindar dari kepunahan, karena burung maleo ini merupakan aset atau kebanggaan dari propinsi Sulawesi Tengah. 

Baca Juga :   Pansus II DPRD Sulteng Konsultasi di Kantor Bappeda DKI Jakarta

Selanjutnya, dilakukan penanaman bibit pohon di areal sekitar demplot pengembangbiakan maleo secara alami. Beberapa macam bibit pohon yang ditanam diantaranya jenis bambu dan kemiri. Pemilihan bibit ini disebabkan bambu dapat menahan erosi bagi lokasi demplot pengembangbiakan maleo dari Sungai Saluki dan buah kemiri sebagai salah satu pakan bagi burung maleo. RHT

Komentar

News Feed