oleh

Moderasi Beragama Kunci Terciptanya Toleransi dan Kerukunan

-Kota Palu-dibaca 81 kali

SULTENG RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah, Muchlis, mengatakan, moderasi beragama merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan baik ditingkat lokal, nasional maupun global.

“Moderasi beragama akan mendorong terciptanya harmoni sosial dan keseimbangan dalam kehidupan secara personal, keluarga dan masyarakat,” kata Kakanwil Muchlis saat menyampaikan sambutan pada kegiatan  Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Moderasi Beragama dalam rangka persiapan tahun toleransi 2022 di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (4/10/2021).

Ia menjelaskan, negara Indonesia, tidak terkecuali di Sulawesi Tengah, memiliki beragam suku, agama dan budaya. Keberagaman tersebut, kata dia, merupakan kekuatan dimiliki Indonesia, namun dalam implementasinya dinamika ekspresi keberagaman di era demokrasi terkadang berpotensi memunculkan ketegangan dan konflik antarmasyarakat, antarumat beragama, bahkan internal umat beragama.

Baca Juga :   Gubernur Minta Optimalkan Penggunaan Anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

“Olehnya, diperlukan instrumen moderasi, salah satunya moderasi beragama untuk menjaga keharmonisan bangsa,” kata dia.

Moderasi beragama, kata dia, dapat diukur dalam empat indikator, yakni toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaa, serta pemahaman dan perilaku beragama, yang akomodatif terhadap budaya lokal atau konteks Indonesia multikultural dan multiagama. 

“Olehnya, saya harapkan empat indikator tersebut selalu dijaga dan dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat, sebagai upaya menciptakan kerukunan berbangsa dan bernegara yang berkelanjutan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Muchlis juga berpesan agar penguatan kerukunan umat beragama selain dilakukan Pemerintah, juga  dilakukan tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi massa.

Kegiatan itu dibuka Staf khusus (Stafsus) Menteri Agama RI, Mohammad Nuruzzaman, serta dihadiri Tim Ahli Moderasi Beragama, Alissa Qotrunnada Munawwaroh Wahid, Direktur Pencegahan Densus 88, Kepala Pusat KUB.HGA

Komentar

News Feed