oleh

The Gade Coffe & Gold, Marketing Tools Pegadaian

-Ekonomi-dibaca 93 kali

SULTENG RAYA – PT Pegadaian (Persero) Cabang Palu memiliki satu Coffe Shop berkonsep kekinian, yakni The Gade Coffe & Gold.

Coffe Shop terletak bersebelahan dengan kantor operasional Pegadaian Cabang Palu di Jalan Sam Ratulangi itu, bahkan didapuk sebagai salah satu instrumen menarik nasabah lintas kalangan, khususnya kalangan milenial di Kota Palu.

“The Gade merupakan salah satu marketing tools Pegadaian selain kami menjual menjajakan menu-menu yang recommended, ini juga untuk mengedukasi ke costumer bahwa pegadaian sekarang selain gadai, bisa juga untuk investasi dan pembiayaan roda dua dan roda empat. Jadi menikmati kopi The Gade sama dengan menikmati produk-produk pegadaian,” kata Supervisor The Gade Coffe & Gold Palu, Miftahudin kepada Sulteng Raya, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga :   Konser Hybrid, Opsi Penyelenggaraan Acara Musik di Masa Pandemi

Miftahudin menjelaskan, The Gade Coffe & Gold menawarkan konsep berbeda. Selain menghadirkan tempat nyaman dan strategis, pihaknya juga membuka tempat tersebut untuk umum.

“Sampai hari ini, banyak tamu-tamu reguler yang datang untuk meeting, selain itu The Gade juga tempat yang bisa digunakan untuk acara ulang tahun dan event-event lainnya,”ungkapnya.

The Gade Coffe & Gold juga memiliki aneka ragam kopi dari berbagai daerah, dengan cita rasa yang variatif.

“Kami memiliki dua jenis rasa yaitu Robusta dan Arabika, bahkan bisa juga diseruput bersamaan ( House Bland ). Tapi untuk kopinya sendiri dari berbagai daerah mulai dari Sumatera, Papua, Sulawesi atau seluruh Indonesia, jadi tergantung pengunjung mau kopi berasal dari daerah mana,”katanya.

Baca Juga :   Lippo Dorong LPKR Makin Transparan dan Bernilai Tambah

The Gade Coffee & Gold menu seperti menyediakan snack dan maincourse. Dengan harga mulai dari Rp12.000 sampai Rp30.000, jadi cocok untuk kaum milenial.

“Apalagi dengan penurunan level PPKM, sektor coffee shop itu sangat bagus dan berkembang karena masyarakat atau kaum milenial rindu nongkrong, karena hampir dua tahun dibatasi, jadi tidak menutup kemungkinan budaya ngopi dan nongkrong akan meningkat,”tutupnya. MG1/RHT

Komentar

News Feed