oleh

DAMPAK PANDEMI COVID-19 Sepi Pembeli, Pedagang di Pasar Talise: Dagangan Sering Membusuk

-Kota Palu-dibaca 105 kali

Sepi Pembeli, Pedagang di Pasar Talise: Dagangan Sering Membusuk

SULTENG RAYA – Sejak pandemi Covid-19, pedagang sayuran di Pasar Talise kerap merugi, lantaran sepi pembeli.

Akibat sepi pembeli, barang dagangan pedagang sayuran tidak laku, hingga menumpuk dan membusuk.

“Penjualan turun drastis semenjak pandemi ini, sehingga omzet penjualan juga menurun hingga 40 persen,” kata salah seorang penjual sayur di Pasar Talise, Nur Jannah (42), kepada Sulteng Raya, Ahad (3/10/2021).

Ia mengatakan, sebelum pandemi, omzet per bulan didapat hingga Rp2 juta. Kini, ia hanya mampu mengumpulkan keuntungan Rp600.000 per bulannya.

“Karena pandemi kebanyakan masyarakat lebih memilih untuk membeli sayur di pedagang sayur keliling atau penjual sayur rumahan, sehingga jarang pembeli yang belanja langsung ke pasar,” kata Jannah.

Baca Juga :   Pj. Sekdaprov Sulteng Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baitul Haq

Penjual sayuran kangkung, bayam, kacang dan lainnya tersebut memasok 50 ikat sayuran dalam sehari. Tetapi, dengan penurunan tingkat pembeli, dia hanya mampu menjual 10 hingga 15 ikat sayuran per hari.

“Biasanya habis, kalau misalnya ada sisa pun hanya beberapa ikat. Kalau sayur begini kan cepat layu, kalau dibiarkan sampai besok,sudah membusuk. Sayuran layu saja kadang orang tidak mau beli, makanya terbilang rugi , jadi kalau tidak ada pelanggan yang datang terpaksa dibuang kalau tidak laku,” ucapnya.

Jannah berharap, berharap pandemi cepat berlalu agar pasar Talise bisa ramai seperti dulu saat sebelum pandemi.

“Kami juga berharap, ada perhatian dari Pemerintah kepada kami para pedagang di Pasar Talise,” tuturnya. MG1/RHT

Komentar

News Feed