oleh

Aksi Mogok Kerja Guru di Poso Masih Berlanjut

-Kab. Poso-dibaca 159 kali

SULTENG RAYA – Aksi mogok kerja yang terus digelar para guru dan para staf di lingkungan SMA Negeri 3 Poso, masih berlanjut hingga pekan ketiga, Jumat (1/10/2021).  

Dalam aksi mogok kerja itu, para guru menggelar doa bersama yang diikuti oleh para guru dari SMA Negeri 1 Poso.

Bergabungnya para guru dari SMA Negeri 1 Poso ini bukan tanpa alasan. Hal itu terkait rasa solidaritas para guru, karena sebelumnya Kepala SMA Negeri 1 Poso telah dieksekusi sebagai terpidana dalam perkara korupsi dana komite sekolah.

Sebelum digelarnya doa bersama tersebut, koordinator aksi Putu Sudama dalam orasinya mengatakan, dengan adanya doa bersama ini, sebagai bentuk keyakinan kalau harapan itu tidak akan pernah sirna akan dantangnya keadilan sejati.

Baca Juga :   Koordinasi Lintas Sektoral Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak

“Doa bersama para guru dari dua sekolah ini, semoga memberi efek pada lahirnya keadilan bagi para kepala sekolah,” kata Pak Putu sapaan akrabnya.

Selain itu kata Putu Sudama, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mendatangi Komnas HAM RI. “Sembari mengetuk pintu-pintu langit untuk datangnya keadilan sejati, kami juga berencana akan sowan ke pihak Komnas HAM sebagai bentuk ikhtiar,” jelas Putu.

Aksi mogok kerja yang digelar para guru di lingkungan SMA Negeri 3 Poso ini, ternyata mendapat dukungan secara moril oleh sebagian besar para guru yang ada di Poso. “Sebagai pendidik, kami prihatin atas apa yang menimpa kepala sekolah SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Poso,” ujar salah seorang guru kepada Sulteng Raya.

Baca Juga :   Proyek Rehabilitasi Prasarana Dinas Pertanian Poso Rusak

Diketahui, aksi mogok kerja para guru di lingkungan SMAN 3 Poso ini dilatarbelakangi paskah ditetapkannya Kepala SMA Negeri 3 Poso Drs. Suhariono sebagai terpidana oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA), karena terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi dana komite sekolah pada tahun 2017 silam. SYM

Komentar

News Feed