oleh

SOAL PEMBANGUNAN HUNTAP DAN SAPRAS PENUNJANG, BPPW Sulteng: Bantuan Bank Dunia Sulit Cair Kalau Lahan Bermasalah

-Kota Palu-dibaca 66 kali

SULTENG RAYA – Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah kembali menegaskan pembangunan hunian tetap (huntap) di sejumlah lokasi di Palu, Sigi dan Donggala hanya bisa terbangun saat permasalahan lahan klir.

Kepala BBPW Sulteng, Sahabuddin, mengatakan, bantuan World Bank atau bank dunia sebesar Rp275 miliar tidak akan bisa dicairkan jika polemik lahan masih menjadi pergunjingan.

“Ini (penyelesaian huntap) tergantung pemerintah daerah, artinya kalau lahannya siap, kita siap untuk lelang, karena dana yang kita siapkan sebenarnya sudah ada, DED kita sudah siap. Hanya memang ini bantuan bank dunia, bantuan luar itu banyak kriteria yang harus kita penuhi, clear & clean masalah lahan. Ini yang kerja huntap ada dua, kami (BPPW) prasaran dan sarana umum, satunya lagi Balai Perumahan.  Total bantuan bank dunia itu ada Rp275 miliar,” kata Sahabuddin kepada awak media, Kamis (30/9/2021).

Baca Juga :   Lurah Kabonena Bentuk Tim Pemantauan dan Penanggulangan Persampahan

Saat ini, diakuinya, permasalahan masih terus terputar-putar soal pembebasan lahan yang sejatinya tugas pemerintah daerah. Padahal, kata dia, pihaknya siap menggelontorkan dana untuk pembangunan.

Demi mempercepat pembangunan huntap, pihaknya terus berupaya mendorong pemerintah daerah, baik tingkatan provinsi maupun kota dan kabupaten agar segera menuntaskan permasalahn tersebut.

“Memang ada beberapa hal yang perlu kita tracing, termasuk persiapan huntap karena di situ ada anggaran yang harus kita serap, karena ini bantuan luar, jadi kita akan tetap push di Pemkot Palu maupun unsur-unsur lain yang berkaitan dengan pembebasan lahan tersebut,” katanya.

Di sisi lain, BPPW Sulteng terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar penyintas dengan program-programnya, sambil menunggu polemik lahan selesai, seperti pemenuhan kebutuhan dasar air dan terkatual adalah upaya penghijauan lokasi huntap.

Baca Juga :   Distributor: Permintaan Laptop di Palu Meningkat

“Karena kan ini, di huntap-huntap, masih gersang, kami diarahkan untuk penghijauan, semua lokasi huntap. Kita lagi desain tempat penanaman pohonnya.  Begitu juga penyaluran air bersih, ada dua skenario yang kami siapkan, ada penanganan sementara yang sumber airnya dari sumur, kemudian air dari Doda, SPAM Donggala. Untuk penanganan jangka panjang, itu kita akan kita ambil dari Sungai Laiwara, air baku, yang akan dilakukan BWS ini kolaborasi,” tutur Sahabuddin. RHT

Komentar

News Feed