oleh

Penurunan Level PPKM Belum Pengaruhi Peningkatan Omzet Usaha

-Ekonomi-dibaca 77 kali

SULTENG RAYA – Owner Browyaku Brownies Pisang, Arman, mengklaim, penurunan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dari level IV ke level III di Kota Palu belum berpengaruh terhadap peningkatan omzet pelaku usaha.

Arman mengatakan, selama pandemi omzet penjualan didapatkan sangat menurun, begitu pula setelah turun level PPKM.

“Selama pandemi, penjualan Brownies Pisang sangat turun drastis. Bahkan, dengan adanya penurunan level PPKM di Kota Palu, itu tidak berdampak sama sekali untuk usaha saya,” kata Arman kepada Sulteng Raya, Jumat (1/10/2021).

Sebelum pandemic, kata dia, sehari bisa menjual 50 sampai 60 box. Sekarang, semenjak pandemi hanya terjual 30 box per hari.

Namun, ia bersyukur, saat ini, usahanya masih terus berjalan dan tidak mengalami resiko tersadis dalam dunia usaha, yakni ‘gulung tikar’.

Baca Juga :   MES Bertekad Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah

Usaha yang berada di Jalan Hang Tuah itu, mulai dirintsis pada 30 Juni 2017. Kini telah memiliki cabang di Bandara Mutiara Palu.

Ia bercerita, awal mula bisnis Browyaku, karena ingin memanfaatkan bahan lokal, sebagai bahan utama untuk dijadikan oleh-oleh khas Palu.

“Seperti yang kita tahu, bawang goreng adalah oleh-oleh ciri khas dari Kota Palu. Jadi, muncul ide bagaimana membuat oleh-oleh selain bawang goreng, karena di Sulteng pisang merupakan bahan yang mudah didapatkan, sehingga saya berpikir untuk membuat oleh-oleh brand lokal menggunakan pisang sebagai bahan dasar utama,” katanya.

Saat ini, kata dia, Browyaku sudah memiliki 10 varian rasa dengan harga berbeda.

Baca Juga :   Vale Produksi Nikel 18.127 Metrik Ton TW III 2021

“Rp25.000 untuk ukuran kecil, sedangkan ukuran besar bervarian antara Rp42.000 sampai Rp50.000,” ungkapnya.

Pembelian dapat dilakukan dengan cara delivery melalui grabfood dan instagram @browyaku maupun pembelian langsung di toko.

“Melalui metode tersebut, saya juga biasa memberikan promo melalui via grabfood dengan memberikan potongan harga sebanyak 40 persen sampai 50 persen,” tuturnya.MG1/RHT

Komentar

News Feed