oleh

Bawaslu Banggai Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024

-Kab. Banggai-dibaca 67 kali

SULTENG RAYA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banggai menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif untuk bersama-sama mencegah terjadinya money politik, penyebaran berita hoax dan isu sara pada tahapan pemilu tahun 2024 mendatang, Jumat (24/9/2021) di salah satu hotel di Luwuk.

Kegiatan tahapan pemilu Bawaslu itu, mengusung tema Bersama Mencegah Terjadi Money Politik, Penyebaran Berita Hoaks dan Isu Sara Tahapan Pemilu Tahun 2024.

Pelaksanaan sosialisasi itu, mengundang empat orang narasumber yang berasal dari KPU, Kesbangpol dan Universitas termuka di Luwuk Banggai diantaranya Alwin Palalo anggota KPU selaku Ketua Divisi Teknis dengan materi Skema dan Tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024, Dr.Isnanto Bidja, SH.MH selaku Wakil Rektor 1 Untika Luwuk tema yang dibawakan mencegah Politik Uang (Money Politik), Laode Ade Putra selaku Wakil Dekan FIsip Unismuh Luwuk tema yang dibawakan Penyebaran berita hoax, kemudian narasumber Drs. Irpan poma, M.si yang juga selaku Kepala Badan Kesbangpol Banggai tema yang dibawakan Pencegahan Isu Sara.

Baca Juga :   Polisi Gotong Royong Bersama Warga Bangun Masjid di Masama

Koordinator Sekretariat Bawaslu, Ruhaida Pawari sekaligus ketua panitia mengatakan, dengan melatarbelakangi kegiatan pada hari ini yaitu pemilihan umum merupakan proses memilih seseorang jabatan politik tertentu. Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dikatakannya, tujuan pelaksanan sosialisasi ini untuk memberikan pembelajaran serta pemahaman kepada masyarakat agar bersama sama mencegah terjadinya money politik, penyebaran berita hoax dan isu sara.

Sementara, Ketua Bawaslu Banggai, Moh.Saiful Saide dalam sambutannya mengatakan, lahir dari pengalaman penyelenggara pemilu, dari pemilu ke pemilu serta pilkada ke pilkada sebelumnya, Bawaslu menyesuaikan dengan ketentuan normal pada UU pemilu maupun pilkada, dan tersirat UU No. 7 pasal 105 huruf F menjadi kewajiban kabupaten kota untuk meningkatkan partisipasi pengawasan.

Baca Juga :   TNI-Polri di Toili Konsisten Lakukan Penyemprotan Disinfektan

“Olehnya itu, Bawaslu Kabupaten Banggai berinisiatif melaksanakan kegiatan untuk memasuki tahapan pemilu,” katanya.

Kegiatan ini lanjutnya, dapat membawa dampak positif bagi masyarakat kabupaten Banggai. Dengan kehadiran para peserta undangan yang ada pada saat ini, kami masih butuh masukan kritikan guna meningkatkan kinerja kami sebagai lembaga yang melakukan pengawasan pilkada.

“Disamping itu juga kita harus membuka pikiran untuk menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Sebab belajar dari pengalaman itu sangat penting agar dapat bergerak lebih maju dan lebih tegas serta netral dalam setiap pelaksanaan Pilkada. Ungkapan ini pernah disampaikan Presiden Soekarno apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya di era kemajuan selangkahpun,” jelas Ketua Bawaslu. */MAN

Komentar

News Feed