oleh

Dekan Fisip Untad Dorong Para Dosen Turun Meneliti

-Pendidikan-dibaca 82 kali

SULTENG RAYA –DosenFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tadulako (Untad) diharapkan bisa melakukan riset atau penelitian.

Hal ini disampaikan langsung oleh Dekan Fisip Untad, Prof. Dr. Muhammad Khairil, M.Si., ia juga menyampaikan bahwa ini merupakan kewajiban untuk para dosen.

“Dari tahun ke tahun memang kita mendorong adanya riset di fakultas. Banyak dosen yang susah naik pangkat, gara-gara riset yang terpublikasi itu minim, makanya tidak naik pangkat. Makanya penelitian ini menjadi kewajiban bagi dosen untuk dilakukan,” katanya, Kamis (30/9/21).

Ia juga mengatakan, bahwa Fisip Untad tidak hanya sekadar memberikan dukungan, tapi juga memberikan bantuan dana riset untuk para peneliti.

“Fakultas tidak hanya mendukung,  tapi juga memberikan bantuan real. Sebagai contoh, biaya riset atau biaya penelitian. Biaya riset ini kita berikan baik kepada dosen pemula atau baru, maupun dosen-dosen yang memang ingin mencapai status guru besar. Mereka pasti kita prioritaskan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Mahasiswi UIN Palu Terbaik Dua Lomba Kaligrafi Nasional

Tahun ini, Fisip Untad menyediakan dana berjumlah 525 juta rupiah. Dana tersebut dikelola langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untad.

“Jumlah anggaran yang disediakan fakultas untuk riset bervariatif. Total yang kita siap untuk tahun ini, kurang lebih 525 juta rupiah. Itu semua untuk biaya riset teman-teman yang mau memanfaatkan anggaran ini. Namun, dana itu tidak dikelola oleh fakultas, karena kita punya LPPM di Untad. Jadi, anggaran itu dicantolkan kesana,” jelasnya.

Dana tersebut akan diberikan kepada dosen yang meneliti, jika proposal yang mereka kirimkan ke Sistem Penelitian dan Pengabdian Masyrakat (SIPENAMAS), telah lolos seleksi.

“Teman-teman dosen berhak mendapatkan dan menggunakan anggaran ini, dengan cara kompetitif. Mereka terlebih dahulu harus membuat atau menyusun proposal. Kemudian, proposal itu dikirimkan ke yang namanya SIPENAMAS. Nah, disitulah kita bersaing. Bagi proposal yang bagus dan layak untuk didanai, maka akan diberikan biaya riset. Dan untuk proposal yang perlu perbaikan atau tidak layak diberikan dana, maka pasti tidak lolos dalam bidang penelitian itu,” jelasnya.

Baca Juga :   Pelaksanaan PTMT SMPN 1 Palu Terapkan Blended Learning

“Tapi, seandainya risetnya tidak didanai. Namun,dosennya tetap ingin melakukan riset untuk penelitiannya. Kami tidak melarang dan kami akan tetap menfasilitasi semuanya. Hanya saja untuk anggrannya, itu akan menggunakan dana pribadi dari dosen tersebut. Intinya, kami mendorong dan memberikan fasilitas, kepada dosen yang memang punya perhatian dan keinginan untuk melakukan riset,” sambungnya menambahkan.

Fisip Untad juga melakukan riset kolaborasi untuk dosen, mahasiswa, serta perguruan tinggi lainnya.

“Semua proposal yang masuk sekarang, hampir diwajibkan untuk menggunakan mahasiswa. Kalau untuk kolaborasi dengan kampus lain itu juga banyak. Satu diantaranya yang dilakukan oleh Koordinator Prodi Ilkom,  Andi Akifah. S.Sos., M. ICTM, penelitiannya tentang alumni Australia,” ungkapnya.

“Kalau kami secara resmi dari fakultas itu, ada yang namanya riset bersama dengan Universitas Kebangsaan Malaysia. Tapi, ini tidak hanya di bidang penelitian, bidang kerja sama, termasuk bidang publikasi. Jadi, muara pada penelitian itu, bukan hanya laporan hasil, lalu kemudian laporan keuangan, tapi lebih jauh dari pada itu,” ungkapnya menambahkan.

Baca Juga :   Temui Rektor, Kepala BPPW Sulteng Bahas Percepatan Rehab Rekon Untad

Dekan juga menyebutkan, satu-satunya jurnal dari Fisip Untad yang telah terakreditasi Science and Technology Index (SINTA) adalah Jurnal Kinesik.

“Sudah banyak jurnal dari Untadyang telah terakreditasi SINTA. Di Fisip baru Jurnal Kinesik. Hanya saja, Untad belum punya jurnal internasional bereputasi. Tapi, tulisan teman-teman yang terpublikasi di jurnal internasional sudah banyak,” sebutnya.

Di akhir, dia berharap kepada seluruh dosen yang telah mendapatkan dana riset, agar bisa mempublikasikan hasil penelitiannya.“Diharapkan semua dosen yang mendapatkan anggaran penelitian itu, untuk mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal, baik itu jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi,” harap Dekan. MG2

Komentar

News Feed