oleh

IMM Palu Desak Polda Segera Usut Tuntas Kematian Qidam

-Kota Palu-dibaca 41 kali

SULTENG RAYA – Puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu menggelar aksi unjuk rasa di Markas Kepolisian Daerah  Sulawesi Tengah (Mapolda Sulteng), Kamis (30/9/2021).

Kadatangan puluhan mahasiswa tersebut dalam rangka mendesak Polda Sulteng menuntaskan kasus dugaan salah tembak terhadap Qidam Al Farisqi Mofance diduga dilakukan oknum anggota Polda Sulteng pada 9 April 2020 lalu.

Ketua DPD IMM Sulteng, Alfian Karmin, dalam orasinya, mengatakan, sungguh keadilan di negeri ini telah ‘mati’. Hukum yang merupakan ‘panglima tertinggi’ di negeri ini, sepertinya hanya tinggal selogan.

“Mari kita saksikan tatkala hukum dihadapkan dengan aparat penegak hukum, maka hukum tersebut menjadi tumpul. Kedatangan kami di sini (Mapolda Sulteng) dalam rangka meminta Kapolda Sulteng menuntaskan pengusutan kasus dugaan salah tembak terhadap salah satu anak bangsa di Kabupaten Poso, saudara Qidam,” kata Alfian.

Baca Juga :   Polda Sulteng Sita Belasan Ribu Obat Ilegal, Satu Tersangka Dari Jakarta Diamankan

Senada, Kader IMM Kota Palu, Jasrin, mengatakan, dugaan pelanggaran HAM diduga dilakukan oknum anggota Polri itu harus diusut tuntas. Kepolisian harusnya menjadi lembaga yang bertugas melindungi, mengayomi dan menjaga rakyat. Bukan justru sebaliknya, bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat.

“Kami tegaskan, selama kasus dugaan salah tembak diduga dilakukan oknum anggota Polri belum tuntas, maka aksi unjuk rasa akan terus dilakukan,” kata Jasrin.

POLDA TERBITKAN SP2HP

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng, Kompol Lexi Gagola, yang menemui masssa aksi, mengatakan, proses pengusutan kasus penembakan Qidam hingga kini masih terus berproses.

“Kami sudah menanagani dengan susah payah. Artinya sudah banyak langkah-langkah yang kita upayakan untuk memproses kasus ini. Diantaranya, Komnas HAM turun terlibat dalam proses, dan kami juga sudah melakukan penyelidikan setelah melakukan gelar perkara,” ungkap Kompol Lexi Gagola.

Baca Juga :   Pemprov Sulteng Percepat Pembangunan Jalur Lingkar Palu-Sigi-Palu

Menurutnya, dari hasil penyelidikan terakhir pada 30 Juni 2021, Polda Sulteng telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembagan Hasil Penyelidikan(SP2HP) dan telah diserahkan kepada orangtua Qidam, Irwan.

“Kami juga telah memberikan SP2HP kepada Irwan, selaku orang tua Qidam. Surat itu berisi langakah-langkah dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Ia menerangkan, ada sejumlah alasan kasus penembakan Qidam belum rampung. Salah satunya, kata dia, saksi-saksi dalam kejadian tersebut belum sepenuhnya diketahui. Hal itu terjadi lantran peristiwa penembakan tersebut terjadi saat malam hari.

Meski begitu, pihaknya berjanji akan terus menindaklanjuti kasus penembakan Qidam hingga terungkap secara terang.

“Ya, tentunya kasus ini (penembakan Qidam) akan tetap terus ditinjaklanjuti. Kami berharap teman-teman tetap bersabar agar kasus ini bisa cepat terungkap,” terang Kompol Lexi.

Baca Juga :   Kapolda Sulteng Kunjungi Rumah Korban Dugaan Asusila Oknum Kapolsek Parigi

Selain menuntut pengusutan tuntas kasus penembakan Qidam, massa aksi juga mendesak Presiden Joko Widodo segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus  tertembaknya IMMawan Randi pada tanggal 26 September Tahun 2019. MG4

Komentar

News Feed