oleh

PTM Untad Diputuskan Sabtu

-Pendidikan-dibaca 78 kali

SULTENG RAYA- Keputusan pelaksanaan kembali Perkuliahan Tatap Muka (PTM) di dalam kampus Universitas Tadulako (Untad) akan diputuskan Hari Sabtu (2/10/2021) melalui rapat unsur pimpinan tingkat universitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP usai melakukan penatikan sejumlah pejabat di lantai dasar rektorat, Rabu (29/9/2021).

Katanya, sebelum diputuskan akan diberlakukan kembali PTM di dalam kampus, harus terlebih dahulu siap hal-hal yang terkait teknis, dan itu akan dikerjakan oleh fakultas dan prodi, sehingga perlu dilakukan rapat bersama untuk mengetahui sejauh mana persiapannya.

Sekalipun saat ini kata rektor, Kota Palu telah turun level, dari PPKM Level IV ke Level III, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mengizinkan sekolah dan perguruan tinggi dapat membuka PTM di wilayah level III, II, dan I. Namun segala hal-hal teknis terkait protokol kesehatan harus tetap jadi perhatian utama.

Baca Juga :   Temui Rektor, Kepala BPPW Sulteng Bahas Percepatan Rehab Rekon Untad

“Nanti di rapat itu kita lihat dan memutuskan kapan PTM itu, karena banyak hal yang kita butuhkan, pastinya jikapun itu ada PTM mungkin hanya PTM terbatas dulu,”ujar rektor.

Sebelumnya, telah terdapat sejumlah mahasiswa yang sudah mengeluhkan proses perkuliahan online atau daring, karena dinilai tidak efektif, banyak kendala yang dihadapi oleh mahasiswa, diantaranya terkait jaringa, biaya pulsa data dan sebagainya.

Diantaranya Mahasiswa Fisip Prodi Ilkom,  Witnasih, berasal dari Desa Margapura, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong.

Ia mengaku di daerahnya jaringan kurang baik akibatnya proses perkuliahan tidak berjalan efektif. “Memang di sini jaringan kurang baik, tapi saya tetap berusaha bertahan disini. Jadi, sekarang saya disini selalu berusaha mencari tempat-tempat yang jaringannya bagus,” jelasnya.

Baca Juga :   Mahasiswi UIN Palu Terbaik Dua Lomba Kaligrafi Nasional

Begitu juga dengan Fredianto Salu, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Program Studi (Prodi), Ilmu Komunikasi (Ilkom).

Mengaku saat saya kuliah online melalui aplikasi Zoom Meeting, dirinya sekadar masuk lalu mematikan kamera gawainya, lalu meninggalkan untuk melakukan pekerjaanya. Artinya proses belajar tidak diikuti, hanya sekadar formalitas.

“Saya tidak terlalu suka kuliah online. Alasannya, kadang karena sibuk sama pekerjaan lain, saya jadi malas ikut kuliah online. Misalnya, saat saya kuliah online melalui aplikasi Zoom Meeting, saya cuman masuk, terus Hand Phone (HP) saya tinggal untuk kerja. Terkadang juga kameranya saya matikan, HP saya simpan di kantong, terus saya dengar penjelasan dosen menggunakan headset. Nanti, saat dosennya minta aktifkan kamera, baru saya aktifkan,” ungkapnya. ENG

Komentar

News Feed