oleh

Brand Kaos Lokal Palu Akui Omzet Terdampak PPKM

-Ekonomi-dibaca 127 kali

SULTENG RAYA – Salah satu brand kaos lokal, Kaos Pataba mengakui selama pemberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Kota Palu, omzet jualan kaos sangat terdampak.

Owner Kaos Pataba, Vivi, mengatakan, meski begitu, ia tetap bersyukur, dengan pelonggaran kebijakan PPKM menjadi level III di Kota Palu, akhirnya ia bisa kembali berjualan, sepeti pada momentum pasar murah diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu di Lapangan Vatulemo Palu sejak Senin 27 September kemarin, dalam rangka memperingati HUT ke-43 Kota Palu.

“Sangat senang sekali, karena saya biasanya jualan setiap hari Sabtu dan Ahad di Lapangan Wali Kota (Walkot), tapi karena adanya PPKM jadi tidak bisa berjualan, bersyukur dengan adanya kegiatan ini, saya bisa berjualan kembali, sehingga omzet jualan naik, walaupun tidak seperti sebelum PPKM,” kata Vivi kepada Sulteng Raya di stand Kaos Pataba di area Pasar Murah di Lapangan Vatulemo, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga :   BRI Luncurkan Asuransi Jiwa Pelita

Dirinya mengapresiasi kegiatan diinisiasi Pemkot itu. Sebab, menurutnya, iven tersebut dapat dijadikan sarana promosi brand yang selama ini ditawarkan kepada konsumen.

Sebagai informasi tambahan, Kaos Pataba merupakan salah satu produk yang cukup familiar dan dikenal di telinga konsumen khususnya konsumen di Kota Palu.

“Pasti yang utama untuk mensosialisasikan brand kita kepada masyarakat, walaupun produk lokal, akan tetapi kualitas barang adalah nomor satu, sehingga kita tidak pernah mengecewakan pelanggan,” ungkap Vivi.

“Kalau hari biasanya kami jual kaos polos dengan harga Rp50.000 per pcs, untuk kaos sablon Rp100.000 per pcs. Akan tetapi di sini (pasar murah), kami mengadakan promo khusus untuk baju sablon dengan harga Rp80.000 per pcs. Kami bersyukur, di sini kami bisa menjual kurang lebih 25 pcs per harinya,” tutur wanita berumur 25 tahun itu. MG1/RHT

Komentar

News Feed