oleh

FKM Unhas – Pemda Sigi Rapat Koordinasi Regulasi Stunting

-Pendidikan-dibaca 159 kali

SULTENG RAYA- Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi menggelar rapat koordinasi penyusunan regulasi penguatan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) bagi sasaran kunci pencegahan stunting.

Rapat tersebut dilaksanakan di Gedung Pertemuan Obyek Wisata Air Panas Bora, Kabupaten Sigi. Selasa (28/9/2021).

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pendampingan FKM Unhas pada 12 kabupaten/kota lokus stunting sesuai nota kerjasama FKM Unhas dengan Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh Andi Ilham, S.Sos., M. M selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat didampingi dr. Marannu C Sambo, S. Ked Kepala Bidang P2 Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi.

Dalam sambutannya, Asisten I menyampaikan bahwa Stunting merupakan salah satu ancaman kesehatan masyarakat, menurut WHO angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi dengan prevalensi tahun 2019 sebanyak 27,7%. Terdapat 5 Pilar Nasional Upaya Percepatan Pencegahan Stunting, yang mana pada pilar kedua dilakukan Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan Stunting.

Baca Juga :   PW IPM SULTENG 2021-2023 DILANTIK, Diingatkan Jaga Amanah

“Perlu menjadi tanggung jawab kita bersama, oleh karena akan menjadi acuan bagi kementerian/lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/kota, pemerintah desa, dan Pemangku Kepentingan dalam melaksanakan Penanggulangan Stunting,” Andi Ilham.

Selanjutnya, tim pendamping FKM Unhas yaitu Dr. Suriah, SKM., M. Kes didampingi Dr. Balqis, SKM., M. Sc. PH., M. Kes beserta Rizky Chaeraty Syam, SKM., M. Kes dan 1 orang mahasiswa yaitu Ahmad Yani, SKM., M. Kes memaparkan tujuan dan luaran yang diharapkan melalui kegiatan fasilitasi ini.

Dr. Suriah, SKM., M. Kes menyampaikan bahwa terdapat 4 output yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu: Terlaksananya pendampingan Perguruan Tinggi dalam penyusunan regulasi komunikasi perubahan perilaku pencegahan stunting; Terlaksananya pendampingan Perguruan Tinggi dalam penyusunan dokumen strategi komunikasi perubahan perilaku percepatan pencegahan stunting; Terlaksananya pendampingan Perguruan Tinggi dalam orientasi KAP bagi tenaga kesehatan Puskesmas; Terlaksananya pendampingan Perguruan Tinggi dalam orientasi KAP bagi kader kesehatan.

Baca Juga :   Tingkatkan Daya Kritis Mahasiswa, BEM Fisip Untad Adakan Lomba KTI

Dengan harapan pemerintah kabupaten/kota memiliki regulasi tentang komunikasi perubahan perilaku (KPP) terkait stunting sebagai salah satu indikator kinerja. Pada tahun 2024 ditargetkan pada 514 kabupaten/kota telah memiliki regulasi KPP ini.

“Diharapkan agar kabupaten/kota memiliki regulasi KPP untuk percepatan pencegahan stunting, sehingga target penurunan prevalensi stunting pada tahun 2024 bisa dicapai,” jelas Dr. Suriah, SKM., M. Kes yang juga dosen di Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM Unhas.

Peserta yang hadir berasal dari OPD terkait yaitu: Bappeda Kab. Sigi, Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB) Kabupaten Sigi, Kominfo Kabupaten Sigi,  Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi, dan PERSAKMI Kabupaten Sigi. Kegiatan akan dilanjutkan esok hari dalam bentuk workshop penyusunan dokumen strategi komunikasi perubahan perilaku bagi sasaran kunci pencegahan stunting.*/ENG

Komentar

News Feed