oleh

Polisi Bubarkan Aksi Penyintas di Loli

SULTENG RAYA – Aparat kepolisian membubarkan aksi unjuk rasa yang dilakukan para penyintas korban gempa di Kabupaten Donggala, Senin (27/9/2021).

Pembubaran  dilakukan karena massa aksi memblokir (menutup) akses Jalan Trans Palu-Donggala, tepatnya di Desa Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

Akibat penutupan jalan tersebut, kemacetan kendaraan terjadi hingga tiga kilometer. Salah seorang warga Loli Raya, Wiwin menjelaskan, aksi ini dilakukan untuk menagih janji Pemerintah Kabupaten Donggala dalam memenuhi hak-hak dasar penyintas Loli Raya.

“Kami memiliki tiga tuntutan, pertama berikan hak stimulan kepada masyarakat yang memilih skema tersebut, kedua Pemkab harus mengakomodir 315 orang sebagai tambahan penerima stimulan, karena rumah mereka juga rusak tapi tidak menerima stimulan, ketiga selesaikan pembangunan Huntap,” tegasnya.

Dirinya berharap, agar Pemerintah Kabupaten Donggala bisa berbesar hati dan mengakui kesalahan dalam melakukan pendataan, sehingga 315 masyarakat tidak terdata sebagai penerima stimulan, padahal rumah mereka juga mengalami kerusakan.

Sementara, salah seorang warga Loli, Maya Amran menyesalkan, tindakan polisi yang melakukan penangkapan terhadap lima orang saat unjuk rasa berlangsung. “Saya melihat, polisi menangkap Wiwin, sampai dia terjatuh, padahal kami melakukan aksi secara tertib dan tidak melakukan kekerasan,” jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya sangat kecewa polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat, tetapi malah terkesan menyakiti masyarakat.

Kapolres Donggala, AKBP Yudie menegaskan, pembubaran aksi unjuk rasa tersebut sudah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kami sudah melakukan upaya-upaya persuasif. Kami juga sudah memfasilitasi masyarakat untuk berdialog dengan Bupati, tetapi hasilnya masyarakat juga tetap tidak mau membubarkan diri, dengan melihat kemacetan kendaraan yang sudah semakin panjang, pembubaran paksa kami lakukan,” tegasnya. ADK

Komentar

News Feed