oleh

BNN Kota Palu Gagalkan Peredaran Sabu-Sabu di Banggai

-Kota Palu-dibaca 73 kali

SULTENG RAYA-Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu berhasil menggagalkan peredaran paket yang berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu di Kabupaten Banggai.

Berawal pada hari Selasa tanggal 31 Agustus sekitar pukul 13:00 wita petugas Pemberantasan BNN Kota Palu mendapatkan info dari masyarakat tentang adanya paket kiriman yang mencurigakan di salah satu agen mobil rental tujuan Palu-Luwuk.

Atas informasi itu, anggota Pemberantasan BNN Kota Palu langsung mendatangi dan melakukan pemeriksaan terhadap paket kiriman yang tanpa identitas pengirim itu.

Setelah dilakukan pemeriksaan dengan disaksikan oleh penjaga agen rental inisial IAG, ditemukan barang sejumlah 2 (dua) bungkus plastik klip bening berisi serbuk kristal diduga sabu-sabu dengan berat bruto 184,52 gram, 1 buah kaleng biscuit merek good time, 1 (satu) buah dos merek go fit, dan 1 (satu) bungkus plastik beras.

Selanjutnya barang bukti yang disita itu dibawah ke kantor BNN Kota Palu dan melaporkan ke Kepala BNN Kota Palu AKBP. Dr. Baharudin SE, M.Si  tentang peristiwa tersebut.

Baca Juga :   MEWUJUDKAN KOTA TANGGAP ANCAMAN NARKOBA, BNN Donggala Tingkatkan Kapasitas Penegak Hukum

Kemudian kepala badan memerintahkan kepada Kasi Pemberantasan BNN Kota Palu AKP. Gusli Gurah Parmadi,  SH bersama Tim untuk melakukan pengembangan untuk mencari tersangka pemilik ataupun penerima paket tersebut.

Atas perintah tersebut, pada Pukul 20:00 WITA, anggota pemberantasan BNN Kota Palu yang dipimpin oleh Kasi Pemberantasan BNN Kota Palu melakukan pengembangan control pengiriman terhadap paket kiriman tersebut ke Kabupaten Banggai untuk mencari tersangka penerima paket kiriman itu.

Hari Rabu sekitar Pukul 12:30 Wita, Petugas BNN Kota Palu berhasil mengamankan seorang Lelaki yang berinisial M alias O yang mengambil paket kiriman tersebut di agen rental di Kompleks Mangkio Kabupaten Banggai.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor BNN Kota Palu untuk dilakukan pemeriksaan,”ujar Kaban, Selasa (28/9/2021).

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa 2 (dua) Bungkus Plastik Klip bening berisi Serbuk Kristal diduga Sabu dengan berat Bruto 184,52 gram. 1 (satu) buah kaleng biskuit merek Good Time, 1 (satu) buah dos merek go vid, 1 (satu) bungkus Plastik beras, 1 (satu) buah Handphone merek OPPO A15 warna Putih Nomor IMEI18652055670358, dan  (satu) buah Handphone Merek Nokia.No sim Card 08529522851.

Baca Juga :   Bunda PAUD Kelurahan di Palu Selatan dan Tatanga Dikukuhkan

Dari hasil interogasi terhadap tersangka Inisial M Alias O, mengaku bahwa barang bukti sabu-sabu sejumlah 2 (dua) bungkus dengan berat bruto 184,52 gram tersebut, diperoleh dari Kota Palu yang dikirim oleh Lk. (Inisial) F melalui Agen Rental tujuan Palu – Luwuk atas perintah dan arahan salah satu bandar yang ada di Kota Makassar yang berinisial Lk. R alias A.

Kata kaban, adapun modus operandi yang dilakukan oleh Lk. inisial M Alias O adalah Langsung berkomunikasi melalui telefon kepada Lk. (inisial) R alias A untuk memesan Sabu-sabu, kemudian pesanan sabu-sabu itu dikirim melalui Agen rental tujuan Palu-Luwuk dengan cara nama atau identitas penerima paket disamarkan (Palsu).

“Tersangka inisial M alias O merupakan salah satu bandar yang berada di Kabupaten Banggai yang mengedarkan sabu-sabu di wilayah Kabupaten Banggai dengan cara buang alamat, sehingga tersangka berkomunikasi hanya lewat telefon tidak pernah bertemu secara langsung terhadap pembeli, dan itu dilakukan sejak Bulan Mei tahun 2021,”ujar kaban.

Baca Juga :   Kanwil Kemenag Sulteng Gelar Lomba MQK Tingkat Provinsi

Buang alamat yang dimaksud kaban, adalah modus baru yang cukup menyulitkan penyidik, karena ini adalah jaringan terputus, penjual dan pembeli tidak saling tahu dan mengenal muka. Karena setelah uang ditransfer ke rekeningnya, si penjual membawa barang tersebut dan membuangnya ke suatu tempat lalu menghubungi si pembeli untuk mengambil barang itu di lokasi dimana ia buang.

Sementara Lk. (Inisial) F dan Lk. R alias A saat masih dalam pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Adapun Pasal yang dipersangkakan kepada tersangka adalah Pasal 114 ayat (2) Pasal 112 ayat (2), Undang-Undang No. 35 Tentang Narkotika tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. ENG

Komentar

News Feed