oleh

Warga Palu Zikir dan Doa Bersama di Petobo

-Kota Palu-dibaca 77 kali

SULTENG RAYA – Memperingati tiga tahun pascabencana alam 28 September 2018 silam, warga Kota Palu dan sekitarnya melakukan zikir akbar dirangkaikan dengan doa bersama untuk bangsa dan Negara mencegah bencana dan wabah di Jalan H M Soeharto, area likuefaksi samping stadion sepak bola Kelurahan Petobo, Selasa (28/9/2021).

Pantauan Sulteng Raya, diperkirakan ribuan warga hadir memadati area sepanjang Jalan H M Soeharto.

Zikir akbar tersebut dipimpin oleh pimpinan majelis zikir Sulawesi Tengah, Alhabib Muhammad Sholeh Bin Abu Bakar Alaydrus. Zikir akbar dimulai pada pukul 16.00 Wita dan berakhir pukul 18.00 Wita.

Dalam pelaksanaannya, warga memanjatkan doa untuk seluruh korban bencana alam 28 September 2018 serta untuk kebaikan bangsa dan Negara, agar dijauhkan dari bencana dan wabah. Meski sempat diguyur hujan, namun warga tetap khusyuk melakukan zikir dan berdoa.

Baca Juga :   Distributor: Permintaan Laptop di Palu Meningkat

Panitia pelaksana, Muhammad Yusuf, menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dikhususkan untuk mengenang peristiwa bencana alam dahsyat tiga tahun silam yang banyak menelan korban jiwa.

Kegiatan tersebut terselenggara dengan kerja sama antara Majelis Zikir Nuurul Khairaat Pusat Palu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dan Pemerintah Kelurahan Petobo.

“Kegiatan zikir akbar ini dilaksanakan untuk memperingati tiga tahun bencana alam 28 September 2018. Pelaksanaan ini untuk mengenang kembali peristiwa tiga tahun lalu dimana di kelurahan ini (Petobo) terjadi likuefaksi yang baru pertama kali terjadi di dunia. Banyak warga Petobo yang menjadi korban dan tidak ditemukan jenazahnya,” jelasnya.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan-kegiatan peringatan seperti ini untuk kedepannya mudah-mudahan lebih baik lagi, lebih banyak lagi warga yang datang dan yang lebih penting kita tetap istikamah,” lanjutnya.

Baca Juga :   PROGRAM SELAMA PANDEMI COVID-19, Kesehatan Napi di Lapas Kelas II A Palu Rutin Dikontrol

Turut hadir, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Mulyono. NDY

Komentar

News Feed