oleh

108 Pasien Covid-19 di Sulteng Sembuh

-Kota Palu-dibaca 61 kali

SULTENG RAYA – Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulawesi Tengah, Adiman, menyatakan pasien Covid-19 di Sulteng dinyatakan sembuh bertambah 108 orang.

“Hari ini 108 pasien Covid-19 dinyatakan telah sembuh berdasarkan hasil tes usap (swab) terakhir, sehingga secara kumulatif total pasien Covid-19 yang sembuh di Sulteng hingga saat ini berjumlah 43.663 orang,” kata Adiman, Senin (28/9/2021).

Ia menerangkan, pasien Covid-19 yang sembuh terbanyak berada di Kabupaten Buol 30 prang, disusul 20 di Kota Palu, Banggai Kepulauan 11 orang, Parigi Moutong 10 orang, Sigi 8 orang, Poso 7 orang, Tolitoli dan Morowali Utara masing-masing 6 orang,, Donggala 5 orang, Tojo Unauna 4 orang dan Morowali 3 orang.

Baca Juga :   Mas Yanto: Untung Pertalite dan Elpiji Tidak Langka Selama Pandemi

“Sementara itu, berdasarkan catatan Pusdatina Covid-19 Sulteng tercatat 61 kasus baru, meliputi Kota Palu 10 kasus, Tolitoli 5 kasus, Tojo Unauna 5 kasus, Sigi 6 kasus, Poso 8 kasus, Parigi Moutong 3 kasus, Morowali Utara 9 kasus, Donggala 1 kasus, Buol 7 kasus, dan Banggai 7 kasus. Sehingga secara kumulatif sampai saat ini sudah ada 46.276 orang yang terpapar Covid-19 di Sulteng,” jelasnya.

Sedangkan pasien meninggal tercatat 1 orang di Banggai. Sehingga total pasien Covid-19 meninggal dunia sampai saat ini berjumlah 1.556 orang.

Sementara itu, hingga Selasa kemarin, masih terdapat 1.057 pasien Covid-19 dalam perawatan.

Ia kembali mengingatkan masyarakat selalu mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng dalam melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Baca Juga :   Penularan Covid-19 Menurun, Gubernur Sulteng Ingatkan Tetap Patuhi Prokes

Selain itu, warga diimbau terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 secara ketat.

“Pencegahan, yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di Sulteng,” tuturnya.HGA

Komentar

News Feed