oleh

Gubernur, Wali Kota dan Bupati Morut Terima Penghargaan Bangga Kencana

-Kota Palu-dibaca 118 kali

SULTENG RAYA – Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulteng, Vera Rompas, menerima penghargaan sebagai Ayah dan Bunda Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta Generasi Berencana (Genre) Sulteng dari Kepala BKKBN Pusat, dr Hasto Wardoyo, pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-43 Kota Palu, di Halaman Kantor Wali Kota Palu, Senin (27/9/2021).

Selain Gubernur Sulteng dan Ketua TP PKK Sulteng, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, Ketua TP-PKK Kota Palu, Diah Puspita, Bupati Morowali Utara (Morut),  dr Delis Julkarson Hehi dan Ketua TP-PKK Morut, Febriyanthi H DJ Hehi, juga mendapatkan penghargaan serupa.

Kepala BKKBN Hasto juga menyerahkan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan institusi mitra kerja BKKBN Dharma Karya Kencana dinilai secara konsisten memberikan komitmen dukungan tenaga dan sarana prasarana, dalam keberhasilan program Bangga Kencana di Sulteng.

Pada acara peringatan hari jadi Kota Palu itu, Gubernur Rusdy bertindak selaku inspektur upacara (Irup), menyampaikan,  gubernur menitikberatkan pada upaya pencegahan serta penanggulangan Covid-19 serta beberapa program lain guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulteng.

Baca Juga :   PROGRAM SELAMA PANDEMI COVID-19, Kesehatan Napi di Lapas Kelas II A Palu Rutin Dikontrol

“Sehubungan pandemi Covid-19 belum berakhir, maka saya mengimbau sampesuvu saraku jangan cepat berpuas diri dan lengah dengan penurunan kasus Covid-19 dan PPKM di Kota Palu. Yang belum divaksin, tolong segera divaksin, karena sangat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Kalau pun tertular, Insya Allah tidak akan separah dengan orang yang tidak pernah divaksin. Kepada bupati dan Wali Kota Palu dan seluruh jajarannya, saya ucapkan terima kasih atas berhasilnya kita menurunkan jumlah kasus pandemic Covid-19,” kata Gubernur Rusdy.

Gubernur juga menegaskan, guna mempercepat pemulihan dampak bencana 28 September 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp37 miliar kepada Pemkot Palu untuk membebaskan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Jembatan Empat Palu dan hunian tetap (huntap).

Sementara itu, dalam rangka menghidupkan kembali ekonomi rakyat yang terdampak Covid-19, Pemprov Sultneg, kata dia, telah menjalin kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan BRI terkait penyaluran dana kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp5 triliun dan penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) senilai Rp200 miliar melalui Bank Sulteng.

Baca Juga :   BELAJAR TATAP MUKA DI LOLU SELATAN, Pihak Sekolah Harap Perketat Prokes Covid-19

“Saya harap ‘sampesuvu saraku’ pelaku usaha kecil dapat memanfaatkan kesempatan meminjam dana tersebut untuk mengembangkan usahanya, demikian pula kepada OPD terkait untuk menjadi mitra pemberdayaan. Akhirnya saya berpesan luruskan niat, ubah pola pikir, harus berani dan jangan menunda pekerjaan. “Think Big, Start Small, Move Fast. Berpikir yang besar, mulai dari yang kecil dan bergerak cepat,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-43 Kota Palu kali ini, mengusung tema ‘Palu bergerak bersama – Palu mantap bergerak’ turut dihadiri Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Palu, Pejabat Kementerian, Lembaga Negara, Kepala BKKBN, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Direktur SD Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku, Arief Budiarto, Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Palu, Raden Harry Agung Cahya, serta pejabat terkait lainnya.

Sebagai informasi tambahan, sehari sebelumnya, Ahad (26/9/2021) malam, Pemkot Palu juga telah menggelar Zikir Akbar sebagai rangkaian peringatan HUT ke-43 Kota Palu di halaman kantor Wali Kota Palu. Zikir tersebut dipimpin Habib Sholeh bin Abu Bakar Alaydrus alias Habib Rotan.

Baca Juga :   Tingkatkan Interaksi dengan Alqur’an, SMAIT Al Fahmi BS Palu Gelar Qur’an Camp

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyampaikan, zikir bersama itu sebagai wujud pengingat kedudukan manusia di hadapan Allah SWT, apalagi pascabencana 28 September 2018 silam.

“Atas kehendak Allah, sebagaimana sebagian kita menyaksikan kejadian 28 September 2018, dimana Allah menunjukkan kebesarannya bahwa kita manusia ini tidak memiliki kekuatan apapun, untuk menghindarkan diri kita dari setiap takdir yang ditentukan oleh Allah,” ungkapnya.

Menurutnya, sebesar apapun amal yang dilakukan manusia tidak sebanding dengan nikmat diberikan Allah SWT kepada hambanya.

“Marilah kita bersama-sama senantiasa mengharapkan rahmat Allah SWT, mari kita perbaiki niat kita, mari kita menjalankan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya. Baik itu hubungan kita kepada Allah dan bagaimana hubungan kita dengan sesama kita,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu pula, Wali Kota Hadianto juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat jika dalam kurun waktu enam bulan dirinya menjabat, masih banyak yang belum dikerjakan dengan baik.HGA

Komentar

News Feed