oleh

Pandemi Covid-19, ‘Garzenic’ Solusi Beli Sayur Sambil Rebahan

-Kota Palu-dibaca 340 kali

Pandemi Covid-19 telah berlangsung sekitar dua tahun. Tidak sedikit pelaku usaha terpaksa ‘gulung tikar’ usahanya akibat pandemi Covid-19 tak kunjung usai.

Oleh: Hangga Nugracha/Sulteng Raya

Ya, hampir semua sektor usaha sangat merasakan dampak pandemi Covid-19 hingga harus tutup. Tidak sedikit pelaku usaha trauma untuk melanjutkan usaha di tengah pandemi. Tidak sedikit pula masyarakat sebelum pandemi Covid-19 telah bersiap merintis usahanya, akhirnya memutuskan untuk menunda rencananya tersebut.

Namun, tidak demikian bagi Yusrawana (32 tahun) dan empat rekan milenialnya, Lisnawati (30 tahun), Ida Ayu (23 tahun), Hariyanto (26 tahun) dan Wanritfen (19 tahun). Kelimanya justru berani melahirkan gagasan memulai usaha di tengan pandemi Covid-19. Kelimanya berhasil merintis bisnis start-up yang diberi nama ‘Garzenic’.

Yusrawana, selaku pencetus ide usaha sekaligus CEO ‘Garzenic’, mengatakan, ‘Garzenic’ adalah usaha platform penjualan sayur secara online, menyediakan berbagai macam sayur segar, sayur siap olah dan bumbu masak. Melalui website https://garzenic.com, kini membeli sayur segar bisa sambil rebahan di rumah, tinggal menunggu pengantaran ke depan rumah. Hanya saja, saat ini waktu pengantaran masih dibatasi, yakni pagi antara pukul 08.00-10.00 Wita dan sore pukul 16.00-17.00 Wita.

‘Garzenic’ bisa jadi solusi bagi ibu-ibu yang tidak memiliki waktu banyak di dapur, namun tetap ingin menikmati masakan sendiri bersama keluarga. Layanan ‘Garzenic’, sangat cocok dinikmati para ibu karir hingga ibu yang memiliki bayi.

“Ide dari Garzenic lahir karena situasi saat pandemi, yakni pada awal tahun 2021 ini. Selain penghasilan menurun, kami ingin menciptakan lapangan kerja di masa mendatang. Akhirnya kami para perintis mencoba kumpul-kumpul untuk mencari peluang usaha,” kata Yusrawana, selaku CEO sekaligus pencetus ide usaha ‘Garzenic’ kepada Sulteng Raya, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga :   Wakajati Firdaus: Kejari Harap Dorong Pemda Optimalisasi Program Jamsostek

Di lain sisi, kata dia, kelimanya ingin berkontribusi membantu Pemerintah mengurangi kontak fisik dan menghindari kerumunan masyarakat di tengan pandemi Covid-19. 

“Kami juga ingin merintis usaha yang bisa membantu mengurangi kontak fisik di tengah pandemi. Selain mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan, kita berpikir bahwa ibu-ibu bisa menghindari kontak di pasar hingga meminimalisasi waktu di dapur. Karena produknya adalah sayur siap masak. Kita sudah bersihkan sayurnya, kita sudah siapkan bumbunya, konsumen tinggal memasak,” jelasnya.

Kelimanya sepakat untuk menjual sayur, karena sayur dinilai sangat cocok menjadi produk di tengah pandemi. Karena, kata dia, sayur segar kini banyak diburu orang selama pandemi untuk meningkatkan imun.

“Kenapa sayuran? Karena saat pandemi imun harus kuat, sumber imun terbesar kan dari sayuran dan buah. Apalagi sayuran masuk dalam kebutuhan penting dan mudah didapat,” ucapnya. 

Meski memiliki ide cemerlang yang dapat memudahkan konsumen, diakuinya, merintis awal usaha apalagi bisnis online, bukanlah pekerjaan mudah. Selain sulitnya membangun branding, saat ini masih banyak masyarakat yang masih tabu memesan online produk sayur.

Meski begitu, para perintis tidak ‘patah arang’, kelimanya memanfaatkan teknologi dengan aktif menyosialisasikan ‘Garzenic’ melalui media online Facebook (FB) dan Instagram (IG), baik FB dan IG khusus ‘Garzenic’, promosi juga dilakukan di FB dan IG pribadi masing-masing perintis.

“Strategi awal pengenalan atau pemasaran, kami melalui di FB dan IG. Saat ini belum ada endorse ataupun iklan berbayar. Karena saat ini kita masih dalam proses pengenalan dengan modal secukupnya saja,” kata perempuan yang juga berprofesi sebagai guru privat bahasa Inggris di Jalan Tombolotutu ini.

Baca Juga :   Pepres 82/2021, Kado Indah Presiden di Hari Santri 2021

Tantangan lainnya, kata dia, terdapat beberapa kompetitor usaha online lainnya yang hampir serupa. Hanya saja, pihaknya sangat optimis usaha yang juga sempat ikut kompetisi Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) hingga masuk 10 besar ide usaha terpilih untuk mendapat pendampingan Dinas Perdagangan dan Perinsdustrian (Disperindag) Sulawesi Tengah itu, bisa berkembang.

“Kita tetap optimis, usaha ini bisa berkembang meski ada kompetitor serupa. Karena, membedakan ‘Garzenic’ dengan kompetitornya adalah tidak menggunakan kantong plastik. Mereka memakai bahan daur ulang, berbahan karton dan bisa digunakan berulang. Pilihan pakai bahan daur ulang tersebut juga turut mengurangi polusi sampah plastik,” jelas perempuan lulusan Universitas Muhammidayah Palu.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga pakai body back. Setiap paket, kata dia, pihaknya menyelipkan edukasi kosa kata bahasa Inggris tentang nama sayuran dan cara masak.

“Berdasarkan hasil riset tanggapan dari konsumen, salah satu yang membuat mereka tertarik berlangganan dengan Garzenic, yakni ada kosa kata bahasa inggris itu. Inilah yang membuat komi optimis usaha ini bisa berkembang dan dapat menjadi lapangan kerja baru di masa mendatang,” katanya.

Saat ini, meski belum begitu familiar di kalangan masyarakat Kota Palu, namun omzet dari penjualan kini sudah mencapai Rp2 juta per bulan sejak resmi berjualan pada Juli 2021.

“Sudah ada pelanggan tetap setiap hari hingga 25 orang. Namun, saat ini pelayanan kita masih batasi khusus di wilayah Kota Palu dengan radius 10 kilometer bebas ongkir. Di luar radius itu, akan dibebani ongkir,” jelasnya.

Baca Juga :   PROGRAM SELAMA PANDEMI COVID-19, Kesehatan Napi di Lapas Kelas II A Palu Rutin Dikontrol

Rencananya, setelah pemesanan mulai lancar, pihaknya akan membangun kerja sama dengan penyedia jasa transportasi online dan payment gateway, seperti OVO, E-Wallet dan lainnya. Selain itu, pihaknya berencana menjadikan ‘Garzenic’ sebagai market place.

“Saat ini kita masih transfer manual. Nah, kalau ini sudah berkembang, kita akan mencari mitra pedagang sayuran yang ingin berdagang melalui Garzenic dengan konsep yang sama. Bahkan, kalau melihat permintaan konsumen, kita akan tambah produk, seperti hasil laut dan buah,” ujarnya.

Pesannya, milenial harus berani bermimpi dan mewujudkannya dalam kondisi apa pun, termasuk pandemi Covid-19. Jangan jadikan pandemi Covid-19 untuk berhenti berkreativitas, namun tetaplah mencari peluang dalam setiap kondisi.

“Prinsip saya, jangan terfokus selalu menjadi pegawai. Ayo bangun usaha dengan kreativitas, apalagi saat ini kreativitas tidak bisa dibatasi dengan perkembangan teknologi. Jangan selalu lihat Pandemi adalah tantangan melahirkan ide usaha, tapi mari melihat sebagai peluang atau momentum untuk berkreativitas. Banyak hal  yang bisa dilakukan untuk membuat usaha dengan memanfaatkan teknologi. Dear to dream, dear to achieve (berani bermimpi, berani untuk mencapainya),” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, pemesanan sayur melalui ‘Garzenic’ juga bisa dilakukan melalui akun FB Garzenic, IG Garzenic, WA 0822 3637 3066 dan melalui email garzenicofficial@gmail.com.

Masing-masing tim memiliki peran masing-masing Yusrawana selaku CEO, Lisnawati selaku marketing, Ida Ayu selaku konten kreator, Hariyanto selaku programer/IT, Wanritfen selaku video editor masih mahasiswa.

Selamat mencoba. Semoga menjadi inspirasi bagi milenial lainnya untuk terus berkreativitas di tengah tekanan pandemi Covid-19. HGA

Komentar

News Feed