oleh

Peserta Magang ke Jepang Bakal Dilindungi BPJamsostek Palu

-Kota Palu-dibaca 100 kali

SULTENG RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mulai melaksanakan pelatihan bahasa dan budaya Jepang berbasis aplikasi Pera Pera kepada 570 calon tenaga kerja (TK) magang ke Jepang ditandai dengan Kick Off dan Daring Perdana Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang Berbasis Aplikasi Pera Pera di Taman GOR Palu, Ahad (26/9/2021).

Kepala Kantor Cabang (Kakacab) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) kini dipanggil BPJamsostek Palu, Raden Harry Agung Cahya, mengatakan, pihaknya berencana memasukkan peserta 570 calon TK magang ke Jepang tersebut dalam program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan BPJamsostek.

Saat ini, kata dia, pihaknya telah membangun koordinasi dengan pihak Pemkot Palu agar para calon TK magang ke Negeri Sakura itu bisa diikutkan ke dalam dua program dasar BPJamsoskte, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm).

Baca Juga :   Gubernur Sulteng Minta Bupati/Wali Kota Tingkatkan Sebaran Vaksin

“InshaAllah akan terlindungi (570 calon TK magang, red). Saat ini kami masih koordinasi dengan pihak Pemkot Palu. Untuk siswa magang dan siswa pelatihan, dapat ikut minimal dua program, yakni JKK dan JKM,” kata Kakacab Raden Harry kepada Sulteng Raya, Ahad (26/9/2021).

Sebagai informasi tambahan, selain JKK dan JKm sebagai program dasar yang wajib diikuti semua peserta, BPJamsostek juga mengelola tiga program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Program JKK memiliki manfaat, yakni biaya rumah sakit tanpa batas bagi peserta mengalami kecelakaan kerja, dirawat di fasilitas rumah sakit pemerintah kelas I.

Apabila kecelakaan mengakibatkan kematian, ahli waris peserta akan mendapat santunan kematian akibat JKK sebesar Rp148 juta lebih. Jika peserta cacat total tetap akibat JKK, maka akan mendapat santunan Rp159 juta lebih. Selanjutnya, akan mendapatkan beasiswa bagi dua orang anak dengan nilai total hingga Rp174 juta.

Baca Juga :   Pansus III DPRD Sulteng Konsultasi Raperda Pesantren di Jabar

“Jika pekerja yang kecelakaan kerja cacat dimungkinkan bisa bekerja kembali, maka akan didampingi hingga bekerja kembali. Seluruh biaya perawatan ditanggung BPJamsostek serta mendapatkan santunan upah 100 persen selama 12 bulan pertama dan 50 persen upah bulan selanjutnya. Program ini namanya RTW atau return to work,” jelas Kakcab Harry.

Kemudian, program JKm memilik manfaat berupa pemberian santunan kematian kepada ahli waris pekerja meninggal dunia, bukan karena kecelakaan kerja sebesar Rp42 juta.

JKm sebesar Rp42 juta merupakan manfaat pasti didapatkan setiap peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja.

Menurutnya, nominal Rp42 juta merupakan perhitungan klaim dengan rincian santunan kematian sebesar Rp20 juta, biaya pemakaman sebesar Rp10 juta dan santunan berkala yang dibayarkan sekaligus sebesar Rp12 juta. Manfaat santunan tersebut tidak melihat berapa lama seseorang menjadi peserta. Melainkan, setiap peserta yang masih aktif meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja alias meninggal biasa.

Baca Juga :   Pansus IV Konsultasi Tatib dan Kode Etik di DPRD DKI Jakarta

Bahkan, tidak jarang peserta yang baru terdaftar dan telah membayar iuran pertamanya meninggal dunia, akan mendapatkan hak manfaat yang sama, yakni Rp42 juta.

Sementara itu, bagi peserta yang meninggal dunia sudah terdaftar aktid selama minimal tiga tahun, juga mendapatkan hak beasiswa maksimal dua anak anak dengan total beasiswa Rp174 juta. HGA

Komentar

News Feed