oleh

Satpol PP Bongkar Lapak Kosong di Sejumlah Kelurahan

-Kota Palu-dibaca 67 kali

SULTENG RAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu membongkar lapak kosong atau tempat jualan para pekerja kreatif lapangan (PKL) yang tidak digunakan lagi di sejumlah kelurahan di Kota Palu, Sabtu (25/9/2021).

“Penertiban itu merupakan awal dari penertiban PKL secara keseluruhan, jadi banyak terdapat lapak yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya dan dibiarkan saja di ruang milik jalan,” kata Kepala Satpol PP Kota Palu, Trisno Yunianto, Ahad (26/9/2021).

Ia menjelaskan, pemanfaatan ruang milik jalan harus izin dari Pemerintah Kota  (Pemkot) Palu. Jadi, kata dia, dalam rangka keamanan, keindahan dan ketertiban Kota Palu secara umum, maka giat tersebut dilaksanakan.

“Giat ini dilakukan di Kecamatan Mantikulore, sebagian Kecamatan Ulujadi dan Kecamatan Palu Barat, sebagian Kelurahan Tondo, Kelurahan Talise, Kelurahan Lere, sebagian Kelurahan Siranindi dan Kelurahan Silae. Sebanyak 20 lapak berhasil ditertibkan pada giat tersebut. Hal ini akan berlangsung terus menerus atau secara kontinyu,” jelasnya.

Baca Juga :   PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, KWSLP Gelar Ngaji dan Sholawatan Hingga Santuni Anak Yatim

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan giat pembongkaran lapak yang ditinggalkan pemiliknya. Sedangkan gerobak jualan yang juga hanya diparkir di ruang milik jalan juga akan diamankan di kantor Satpol PP Kota Palu.

“Nah, kalaupun saat giat ditemukan ada yang berjualan, maka akan kami imbau agar kiranya lapak bisa dimundurkan di belakang drainase. Jadi, antara drainase dan trotoar dapat steril, sehingga tidak kelihatan kumuh, karena itukan ruang milik jalan,” ucapnya.

Ia mengatakan, dalam melaksanakan giat tersebut, pihaknya melibatkan lurah, camat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) Kota Palu, TNI dan Polri.

Baca Juga :   Berkat Vaksinasi Astrazeneca, Rencana Eet Bepergian ke Luar Negeri Bisa Terwujud

Ia menerangkan, penertiban lapak PKL yang dianggap mengganggu ketertiban, Satpol PP memang diberikan kewenangan melakukan penertiban. Dalam melaksanakan giat, terdapat dua jenis penertiban dilakukan, yakni ada penertiban yustisial dan penertiban non yustisial.

“Nah, untuk giat penertiban yang kami lakukan ini termasuk dalam penertiban yustisial yaitu dengan adanya upaya paksa berupa pembongkaran, karena begini kalau dibiarkan terus siapa yang mau angkat lagi. Yah, jadi sesuai dengan tugas dan fungsi Satpol PP yakni menegakkan peraturan daerah, peraturan Wali Kota, melaksanakan  ketentraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat.” Kata Trisno. Sebagai infromasi tambahan, giat tersebut merupakan bagian dari penegakkan Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pembinaan dan Penertiban PKL, sehingga bagi PKL yang berjualan di ruang milik jalan wajib ditertibkan Satpol PP dengan berkoordinasi kepada lurah, camat, OPD terkait, TNI dan Polri.ULU

Komentar

News Feed