oleh

BEM Untad Gelar Mimbar Bebas Peringati Hari Tani

-Kota Palu-dibaca 110 kali

SULTENG RAYA –Memperingati Hari TaniNasional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tadulako (Untad), menggelar mimbar bebas di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (24/9/2021).

Kegiatan yang mengangkat tema “Wujudkan Reforma Agraria Sejati” itu, diikuti sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Palu yang tergabung dalam Aliansi Peduli Tani. Aliansi yang terdiri BEM Untad, Majelis Mahasiswa (MM) Untad, BEM Fakultas Hukum, BEM Fakultas Pertanian, Himpunan Mahasiswa Gizi, BEM Fakultas Peternakan, Komunitas Celebes Bergerak, dan Serikat Petani Katu itu, menyuarakan sejumlah tuntutan.

Diantaranya, tolak segala bentuk perampasan lahan, berikan akses pasar yang jelas kepada petani, menolak pertambangan yang mengancam sektor pertanian rakyat, hentikan kriminalisasi petani, hentikan perampasan tanah adat, serta berikan pengetahuan pengelolaan pertanian dan teknologi guna mendorong pertanian yang berkelanjutan.

Koordinator Lapangan (Korlap)Aliansi Peduli Tani, Dandi Putra Perdana,  mengatakan, mimbar bebas menjadi wadah untuk para petani menyuarakan aspirasinya. Dandi berharap petani bisa mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah melalui pelaksanaan mimbar bebas itu.

Baca Juga :   Gubernur Sulteng Minta Bupati/Wali Kota Tingkatkan Sebaran Vaksin

“Kita juga sangat berharap kepada teman-teman yang tidak tergabung dari aliansi ini, semoga semua bisa lebih sadar, bahwa memang petani itu sangat dibutuhkan oleh Negara Indonesia. Tanpa adanya petani  hari ini, negara tidak akan bisa bertahan. Karena yang menjadi pertahanan negara sebenarnya itu adalah petani. Maka, ketika petani tidak diperhatikan oleh negara,  bisa dipastikan hari ini, bahwa negara ini akan rusak atau hancur,” katanya.

Dandi juga menyampaikan, rencananya, Aliansi Peduli Tani akan membuat kegiatan lanjutan untuk para petani yang menjadi korban bencana Palu, Donggala, Sigi,dan Parigi Moutong (Padagimo).

“Untuk pesertanya kita batasi sekitar 50 orang, karena kita tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Kegiatan ini akan kita selesaikan hari ini. Tapi, rencananya nanti kita akan kembali melakukan aksi, bersama masyarakat yang kemarin terdampak bencana Palu, Donggala, Sigi,dan Parigi Moutong.Karena mereka juga banyak yang berprofesi sebagai petani,” ungkapnya. MG2/MG6

Komentar

News Feed