oleh

Pemkot Bakal Pasang Tanda Larangan Parkir di SPBU

-Kota Palu-dibaca 102 kali

SULTENG RAYA – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, kembali melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina dan sejumlah pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu pada di ruang kerja Wali Kota Palu, Kamis (23/9/2021).

Wali Kota Hadianto mengungkapkan, pihaknya telah bersepakat dengan pihak Pertamina dan pengelola SPBU untuk melakukan penertiban antrean kendaraan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu akan melakukan pengamanan di sejumlah SPBU dengan memasang sign board dilarang parkir. Apabila ada pengendara melanggar, akan diberlakukan denda sebesar Rp500 ribu.

“Kita juga akan lakukan tindakan yang lebih keras lagi. Semua ini kita lakukan bagaimana untuk penertiban,” katanya.

Sementara itu, dari pihak Pertamina berkomitmen mengatur distribusi bahan bakar ke SPBU di Kota Palu, sehingga para pemilik kendaraan tidak perlu mengantre dan takut kehabisan bahan bakar.

Baca Juga :   Enam Ahli Waris Pembuat Kasur Terima Santunan Rp42 Juta dari BPJamsostek

Wali Kota menyatakan hal-hal yang telah disepakati kali ini efektif berjalan mulai hari Senin (27/9/2021). Olehnya, diharapkan para pemilik kendaraan agar memperhatikan hal-hal telah disepakati teresebut sebagai upaya menciptakan suasana penertiban di Kota Palu.

“Kita berikan waktu pihak SPBU untuk melakukan sosialisasi kepada para pengendara. Sekali lagi, parkir tidak dibolehkan. Beda parkir beda setop ya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, antrean panjang kendaraan roda empat di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Palu.

Pasalnya, kondisi tersebut mengakibatkan kesemrawutan serta menggaggu ketertiban di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengaah tersebut.

Atas dasar tersebut, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid berinisiatif mengundang pihak Pertamina dan sejumlah pengelola SPBU di daerah itu dalam rangka mencari solusi agar antrean panjang tidak terulang.

Baca Juga :   Kapolda Sulteng Kunjungi Rumah Korban Dugaan Asusila Oknum Kapolsek Parigi

“Hal ini perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Palu terkait dengan antrean panjang di setiap SPBU. Beberapa hari lalu antrean panjang juga sudah mulai masuk di tengah kota,” kata Wali Kota Hadianto saat bertemu dengan pihak Pertamina dan sejumlah pengelola SPBU di ruang rapat Bantaya, Gedung Kantor Wali Kota Palu, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, antrean panjang kendaraan cukup mengganggu dan sangat tidak tertib. Olehnya, ia selaku Wali Kota Palu memberikan perhatian khusus terkait ini.

“Saya selaku Wali Kota memberikan perhatian khusus terkait ini. Saya berharap bahwa kota ini tertib, saya tidak ingin lihat kota saya tidak tertib,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hadi juga mendengarkan langsung penjelasan dari masing-masing pihak, baik dari Pertamina maupun perwakilan grup pengelola SPBU di Kota Palu, namun belum mendapat titik terang.

Baca Juga :   Pj. Sekdaprov Sulteng Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Baitul Haq

Olehnya, ia berharap besok (hari ini), Kamis (23/9/2021) pihaknya sudah bisa mendapatkan langkah-langkah konkret dari masing-masing pihak. Ia meyakini pihak SPBU juga tidak menginginkan ketidaktertiban itu terjadi.

“Kami tidak mengambil keuntungan sepeserpun dari kerja-kerja kita. Kami hanya menuntut ketertiban. Urusan masalah bisnisnya itu rana SPBU. Besok saya tunggu kehadirannya, supaya kita sepakati bersama,” imbuhnya.

Sebagai informasi tambahan, antrean kendaraan roda empat khususnya berbahan bakar solar memang sudah menjadi pemandangan di setiap SPBU di daerah itu setiap hari. HGA

Komentar

News Feed