oleh

Poktan Didorong Jadi Penangkar Benih Padi Varietas Unggul

-Kota Palu-dibaca 78 kali

SULTENG RAYA – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mendorong sejumlah kelompok tani (Poktan) di daerah itu menjadi penangkar benih padi dengan varietas unggul.

“Perlu ada kelompok penangkar untuk menyediakan kebutuhan benih bagi petani di Palu,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kota Palu, Nur Laila, Jumat (24/9/2021).

Saat ini pihaknya sedang menyusun dokumen yang dipersyaratkan dalam membentuk kelompok penangkar benih, yang selanjutnya bekerja sama dengan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) sebagai lembaga yang berkompeten dalam urusan pemberian label.

Dinas Pertanian setempat mendorong dua Poktan di Kelurahan Lambar, Kecamatan Tawaeli dan Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga karena dua wilayah ini dinilai masih memiliki lahan cukup luas untuk pengembangan komoditas padi.

“Kecamatan Tawaeli misalnya, masih memiliki kurang lebih 50 hektare lahan persawahan produktif. Oleh karena itu, pemerintah mendorong petani agar lebih produktif dalam meningkatkan produksi,” ujar Laila.

Sebagai mana hasil ubinan padi di demplot pertanian Kelurahan Lambara pada Kamis (23/9), Poktan “Sintuvu Anja” mampu memproduksi gabah kering panen (GKP) sebanyak 7,5 ton per hektare dari varietas padi Inpari 30.

Varietas ini, merupakan varietas unggulan baru yang tahan terhadap rendaman air atau banjir melalui bantuan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tengah.

“Poktan “Sintuvu Anja” ini kami dorong menjadi salah satu kelompok penangkar benih. Bantuan BPTP kepada Poktan ini untuk lahan seluas 2 hektare dan hasil produksi disiapkan untuk benih sehingga belum dapat dikonsumsi,” tutur Laila.

Poktan “Sintuvu Anja” dalam mengolah sawah telah mengarah ke inovasi teknologi pertanian, salah satunya menggunakan Rice transplante atau mesin tanam pindah bibit pada tanaman padi.

“Ini adalah bagian dari pemberdayaan petani pada momen Hari Tani Nasional, dengan harapan produksi mereka bisa meningkat meskipun lahan pertanian di Palu mengalami penyusutan akibat dampak pengembangan infrastruktur,” demikian Laila.

Baca Juga :   Berkat Vaksinasi Astrazeneca, Rencana Eet Bepergian ke Luar Negeri Bisa Terwujud

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, ikut melaksanakan panen demonstrasi plot (demplot) padi sawah di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kamis (23/9/2021).

Wali Kota Hadianto, mengatakan, panen padi dengan cara demplot adalah salah satu metode penyuluhan efektif, karena dengan metode ini petani dapat melihat, mempelajari dan mengerjakan secara langsung penerapan teknologi, inovasi dan hasilnya secara langsung.

“Potensi-potensi seperti inilah yang harus dijaga dengan baik dan lebih dikembangkan. Jadi rencana induk pengembangan tidak hanya dipertanian saja, akan tetapi juga menyasar di perkebunan dan perikanan di semua wilayah Kota Palu,” kata Hadianto.

Ia mengatakan, bukan hanya mengidentifikasi setiap potensi yang ada, tetapi mencari cara menjadikan potensi  itu bermanfaat dan bernilai bagi masyarakat.

Baca Juga :   Raden Harry: Persiapankan Masa Depanmu dengan BPJamsostek

“Kita melihat apa potensi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Sehingga anggaran yang kita gelontorkan untuk pengembangan potensi benar-benar termanfaatkan dan tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, perencanaan anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD) Pemkot Palu harus benar-benar dipersiapkan dengan matang, untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Kalau ini sudah berjalan, maka kita harus tahu apa tugas pejabat di Dinas Pertanian, Dinas PU dan Dinas Perindag. Semua wajib mengawalnya dengan baik dan jangan sampai putus ditengah jalan, tentunya dengan perencanaan yang matang,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketapang) Kota Palu, Hasan Lahinding, menyebutkan, kegiatan panen padi benih padi bersertifikat label ungu atau benih pokok adalah turunan dari benih padi label putih atau benih dasar, bisa dijadikan benih sebar, yaitu demplot dengan luasan 2 hektar.

Baca Juga :   KEBIJAKAN PPKM MAKIN LONGGAR, Akhir Tahun, PHRI Sulteng Proyeksi Okupansi Hotel 100 Persen

“Lalu mengarah pada desa atau kelurahan mandiri benih, dimana kelompok Sintuvu Anja merupakan kelompok calon penangkar benih padi bersertifikat sehingga dapat menyediakan benih padi berkualitas dan bersertifikat untuk Kota Palu,” ucapnya.

Ia menerangkan, luas baku sawah di Kelurahan Lambara kurang lebih 75 hektar. Dusun Anja sendiri luasan sawahnya sebesar 50 hektar.

“Pada tahun 2021, kelompok Sintuvu Anja dan kelompok Uwe Sintuvu masing-masing mendapatkan bantuan benih padi dari APBN sebesar 2  ton dan bantuan pupuk Musim Tanam 1 dan Musim Tanam 2 masing-masing  2000 kg untuk NPK dan Urea,” tuturnya.

Turut hadir pejabat dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng, Kepala BPTP Sulteng, Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng, Kadis Perumahan dan Permukiman Kota Palu, pejabat BPS Kota Palu, camat dan lurah setempat.ANT/HGA

Komentar

News Feed