oleh

Tambak Udang di Sulteng Butuh Pasokan Listrik 86,19 MVA

-Kota Palu-dibaca 135 kali

SULTENG RAYA – Sejalan dengan meningkatnya investasi tambak udang di Sulawesi Tengah, kebutuhan terhadap suplai listrik juga meningkat demi produktivitas tambak.

Pasalnya, energi listrik saat ini tidak hanya digunakan sebagai penerang, namun juga telah digunakan untuk menggerakkan  sektor usaha, tidak hanya industri, bahkan sektor pertanian dan perikanan termasuk tambak udang.

Menurut Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara, Syamsul Huda, dua tahun kedepan, Sulawesi Tengah  membutuhkan 86,19 Mega Volt Ampere (MVA), itu hanya untuk tambak udang.

Katanya, dari hasil survei PLN per akhir Agustus 2021, potensi tambak udang di Provinsi Sulawesi Tengah paling banyak berada di daerah layanan UP3 Tolitoli, UP3 Luwuk dan UP3 Palu.

UP3 Tolitoli total potensi kebutuhan tambak udang sebesar 31,66 MVA dengan rincian kebutuhan tahun 2022 sebesar 5,87 MVA, tahun 2023 sebesar 20,58 MVA, dan tahun 2024 sebesar 5,21 MVA.

Baca Juga :   BELAJAR TATAP MUKA DI LOLU SELATAN, Pihak Sekolah Harap Perketat Prokes Covid-19

Untuk UP3 Luwuk, total potensi kebutuhan tambak udang sebesar 45,56 MVA dengan rincian kebutuhan tahun 2021 sebesar 4,28 MVA, tahun 2022 sebesar 16,46 MVA, tahun 2023 sebesar 21,55 MVA, dan tahun 2024 sebesar 3,27 MVA.

Terakhir pada daerah layanan UP3 Palu, total potensi kebutuhan tambak udang sebesar 8,97 MVA dengan rincian kebutuhan tahun 2021 sebesar 0,69 MVA, tahun 2022 sebesar 5,1 MVA, tahun 2023 sebesar 0,69 MVA, tahun 2024 sebesar 2,49 MVA.

Katanya, tingginya kebutuhan energi listrik itu disebabkan karena masyarakat pengusaha tambak merasakan manfaat dengan menggunakan energi listrik, tingkat produktivitas usaha akan meningkat, lebih bersih dan lebih efisien.

“Karena lebih menguntungkan mengunakan energi listrik dari PLN,  mampu meningkatkan produktivitas dan efisien,”ujarnya saat menghadiri Aquaculture Customer Gathering dan Penandatangan MoU antara PLN UIW Suluttenggo dengan Pengusaha Tambak Udang Sulawesi Tengah, di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga :   MTsN 1 Palu Mulai PTMT dengan Prokes Covid-19 Ketat

Di tempat tersebut, telah dilangsungkan penandatanganan MoU antara PLN UIW Suluttenggo dengan tiga perusahaan  tambak udang di  Sulawesi Tengah dengan total kapasitas 65 MVA. Masing-masing PT. Esaputlii Prakarsa Utama, PT. Toiba Marindo Lestari dan PT. Parigi Aquakultura Prima.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan penandatangan MoU antara PLN UIW Suluttenggo dengan Pengusaha Tambak Udang di  Sulawesi Tengah dengan total kapasitas 65 MVA hari ini, kami pastikan akan memenuhi kebutuhan energy listriknya,”ujarnya.

Ia berharap penandatanganan MoU itu bisa segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dan pelaksanaan penyambungan tenaga listrik di lokasi pelanggan.

Dengan harapan, penyambungan tenaga listrik pada lokasi tambak udang memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi di di Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui peningkatan pemberdayaan potensi sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia.

Baca Juga :   Kapolda Sulteng Kunjungi Rumah Korban Dugaan Asusila Oknum Kapolsek Parigi

Di tempat yang sama, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Suluttenggo, Leo Basuki, mengatakan  penandatangan MoU itu guna meningkatkan daya dukungan, dan PLN tidak pernah berhenti memberikan dukungan.

“PLN terus berinovasi memberikan pelayanan pelanggan, mari terus membangun sinergitas melahirkan produktivitas yang lebih baik,”ujarnya.

Bupati Tolitoli, Amran H. Yahya, mengaku selama ini yang menjadi salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tolitoli adalah permasalahan listrik, namun seiring perjalanan waktu secara bertahap mulai ada kemajuan. Sehingga investor mulai melirik dan berinvestasi ke Tolitoli.

“Alhamdulillah sudah mulai dilirik, salah satunya investasi Tambak Udang, namun masih ada dusun yang belum berlistrik. Dengan harapan itu bisa segera dipenuhi kebutuhannya,”harap bupati.ENG

Komentar

News Feed