oleh

PLN Suluttenggo Bakal Suplai Listrik PT ATS Sebesar 170 MVA

-Kota Palu-dibaca 127 kali

SULTENG RAYA PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Suluttenggo bakal menyumplai kebutuhan energy listrik PT Anugrah Tambang Smelter (ATS) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu sebesar 170 Mega Volt Ampere (MVA).

Jumlah itu lebih besar dari keseluruhan kebutuhan energy listrik penduduk Kota Palu yang hanya berkisar 150 MVA. 

PT ATS ditargetkan akan beroperasi di tahun 2023, sesuai dengan tahapan pembangunan PLTU III Palu yang menjadi salah satu sumber suplai energy listrik di perusaan smelter itu. Selain juga dari wilayah selatan PLTA Poso.

Komitmen pemenuhan kebutuhan energy listrik tersebut dibangun  antara PT PLN UIW Suluttenggo dengan PT ATS di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (23/9/2021), berupa Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Perjanjian Jual Beli Renewable Energy Certificate.

Baca Juga :   PENUHI PERMINTAAN MASYARAKAT, Pemkot Sanggupi Bangun Lapangan Sepak Bola di Kabonena

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Suluttenggo, Leo Basuki mengatakan, PT PLN (Persero) akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggannya.

Dengan adanya penandatanganan tersebut, maka PT PLN UIW Suluttenggo bertanggungjawab menghadirkan pelayanan berkualitas, baik kepada PT ATS dan juga kepada seluruh masyarakat pelanggan yang lain yang ada di Sulawesi Tengah.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Syamsul Huda, memastikan kepada PT ATS bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait kebutuhan energy listriknya, karena  pembangunan PLTU III Palu  saat ini akan menghasilan 100 MVA dan siap beroperasi di tahun 2023 sejalan dengan target pembangunan PT ATS di KEK Palu, ditambah lagi dengan sumplai listrik dari PLTA Poso.

Baca Juga :   Penularan Covid-19 Menurun, Gubernur Sulteng Ingatkan Tetap Patuhi Prokes

Ia berharap kehadiran PT ATS bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia, karena industry smelter merupakan hilirisasi nikel yang membutuhkan energy listrik yang sangat besar.

“Karena satu titik ini membutuhkan 170 MVA, ini adalah angka yang sangat besar, sehingga PLN harus benar-benar profesional melayani kebutuhan energy listriknya,”ujar Syamsul Huda.

Dengan harapan akan semakin banyak pembangunan smelter berikutnya, agar mimpi Indonesia jadi jadi industry baterai terbesar di dunia dapat terwujud, dan PLN sendiri selalu siap melayani kebutuhan energy listriknya. ENG

Komentar

News Feed