oleh

Pemkot Siap Dukung Metode Demplot

-Kota Palu-dibaca 56 kali

SULTENG RAYA – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, ikut melaksanakan panen demonstrasi plot (demplot) padi sawah di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kamis (23/9/2021).

Wali Kota Hadianto, mengatakan, panen padi dengan cara demplot adalah salah satu metode penyuluhan efektif, karena dengan metode ini petani dapat melihat, mempelajari dan mengerjakan secara langsung penerapan teknologi, inovasi dan hasilnya secara langsung.

“Potensi-potensi seperti inilah yang harus dijaga dengan baik dan lebih dikembangkan. Jadi rencana induk pengembangan tidak hanya dipertanian saja, akan tetapi juga menyasar di perkebunan dan perikanan di semua wilayah Kota Palu,” kata Hadianto.

Ia mengatakan, bukan hanya mengidentifikasi setiap potensi yang ada, tetapi mencari cara menjadikan potensi  itu bermanfaat dan bernilai bagi masyarakat.

Baca Juga :   DUKUNG ADIPURA 2023, TRC DLH Palu Fokus Jaga Kebersihan di Jalan Protokol

“Kita melihat apa potensi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Sehingga anggaran yang kita gelontorkan untuk pengembangan potensi benar-benar termanfaatkan dan tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, perencanaan anggaran pembangunan dan belanja daerah (APBD) Pemkot Palu harus benar-benar dipersiapkan dengan matang, untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Kalau ini sudah berjalan, maka kita harus tahu apa tugas pejabat di Dinas Pertanian, Dinas PU dan Dinas Perindag. Semua wajib mengawalnya dengan baik dan jangan sampai putus ditengah jalan, tentunya dengan perencanaan yang matang,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketapang) Kota Palu, Hasan Lahinding, menyebutkan, kegiatan panen padi benih padi bersertifikat label ungu atau benih pokok adalah turunan dari benih padi label putih atau benih dasar, bisa dijadikan benih sebar, yaitu demplot dengan luasan 2 hektar.

Baca Juga :   Pansus IV Konsultasi Tatib dan Kode Etik di DPRD DKI Jakarta

“Lalu mengarah pada desa atau kelurahan mandiri benih, dimana kelompok Sintuvu Anja merupakan kelompok calon penangkar benih padi bersertifikat sehingga dapat menyediakan benih padi berkualitas dan bersertifikat untuk Kota Palu,” ucapnya.

Ia menerangkan, luas baku sawah di Kelurahan Lambara kurang lebih 75 hektar. Dusun Anja sendiri luasan sawahnya sebesar 50 hektar.

“Pada tahun 2021, kelompok Sintuvu Anja dan kelompok Uwe Sintuvu masing-masing mendapatkan bantuan benih padi dari APBN sebesar 2  ton dan bantuan pupuk Musim Tanam 1 dan Musim Tanam 2 masing-masing  2000 kg untuk NPK dan Urea,” tuturnya.

Turut hadir pejabat dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng, Kepala BPTP Sulteng, Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng, Kadis Perumahan dan Permukiman Kota Palu, pejabat BPS Kota Palu, camat dan lurah setempat.HGA

Komentar

News Feed