oleh

Optimalkan Transformasi, Jasa Raharja Bukukan Kinerja Positif Semester I-2021

-Ekonomi-dibaca 64 kali

SULTENG RAYA– PT Jasa Raharja berhasil mencetak kinerja positif pada semester I – 2021. Sebagai badan usaha penyelenggara program perlindungan dasar kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan.

Sampai dengan semester I 2021 dimana ditengah kondisi pendemi kecepatan kinerja penyerahan santunan korban meninggal dunia mengalami peningkatan kecepatan.

Kecepatan penyerahan santunan meninggal dunia sampai dengan semester I 2021 rata-rata 1 hari 10 jam, lebih cepat 1 hari 14 jam dari target 3 hari.

Sedangkan untuk korban luka-luka yang dirawat di Rumah Sakit sebanyak 89,46 persen korban santunannya dibayarkan langsung kepada rumah sakit atau melalui metode penjaminan santunan, hal ini meningkat 1,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan naik 1,96 persen dibandingkan dengan target 2021 87,5 persen.

Kecepatan pelayanan ini diikuti oleh peningkatan penyerahan santunan dimana sampai dengan semester I tahun 2021 Jasa Raharja telah menyerahkan santunan sebesar Rp1,16 Triliun atau naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp1,12 Triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan Achmad Purwantono melalui Press Realeasenya diterima redaksi, Selasa (21/9/2021.

Ia mengatakan, capaian kinerja Pelayanan Jasa Raharja tersebut dapat diraih melalui strategi transformasi proses bisnis yang dijalankan, yakni melalui sinergi sistem pelayanan diantaranya data kecelakaan dengan Korlantas Polri melalui IRSMS, data kependudukan dengan Ditjen Dukcapil, data Pasien dan penjaminan dengan RS, data kepesertaan dengan SJSN dan cash management system dengan perbankan.

Baca Juga :   Digitalisasi, Senjata Utama BRI Hadapi Tantangan Bisnis Mikro dan Ultra Mikro

Terkini katanya, Jasa Raharja menerapkan system aplikasi SiVera, yaitu System Verifikasi Rawatan Digital. System yang merupakan sinergi dengan pihak ketiga dalam pengendalian biaya rawatan korban, sehingga verifikasi dapat dilakukan secara online dan dapat memonitor biaya rawatan pasien day to day sampai selesai menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain itu kata Rivan, penanganan pasca terjadinya kecelakaan, Jasa Raharja juga memiliki tanggung jawab untuk turut serta bersama pemerintah dalam rangka program pencegahan kecelakaan. Pada Lebaran Tahun 2021 ini, Jasa Raharja meluncurkan program MOL-AE (Mudik OnLine Aman Enak) dimana program ini memberikan fasilitas kuote internet gratis.

Program yang baru pertama kali diluncurkan ini diikuti oleh tidak kurang dari 5 ribu peserta, dengan tujuan agar masyarakat dapat tetap bersilaturahmi dengan keluarga secara virtual sebagai alternatif mudik Lebaran 2021. Dengan program ini, pencegahan kecelakaan dan pencegahan penyebaran covid-19 akibat dari meningkatnya mobilitas masyarakat dapat tercapai.

Sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat ujar Rivan, Jasa Raharja juga menyelenggarakan program tanggung jawal sosial kepada masyarakat melalui berbagai program diantaranya pertama Bantuan social kepada korban bencana alam, kedua Program Pemberdayaan Ekonomi seperti  Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Pesisir di Desa Kulati Kec Tumia Kab Wakatobi Sulawesi Tenggara, Pelatihan Wirausaha kepada ahli waris korban kecelakaan, Pemberian alat bantu mobilitas, JR Resilience yaitu pelatihan digital dan barista kepada disabilitas dan penerima manfaat Jasa Raharja.

Baca Juga :   BRI Sabet 3 Penghargaan Tempo Financial Award

Ketiga Penyaluran Dana UMK bekerjasama dengan Bahan Artha Ventura (BAV), keempat Program go green mulai dari penanaman mangrove sampai dengan penanaman pohon dan restorasi terumbu karang, kelima Program Traffic Hero yaitu penghargaan kepada seseorang/komunitas yang membantu program pencegahan kecelakaan, dan keenam  Youth  Innovation  Contest  ajang  perlombaan  inovasi  untuk  mencari  solusi  untuk mengurangi angka kecalakaan lalu lintas.

“Untuk mendukung inovasi-inovasi tersebut, Jasa Raharja melakukan transformasi digital proses bisnis internal diantaranya penerapan system DASI-JR, system keuangan ORACLE, tata persuratan digital SIAP-JR, system pelaporan manajemen resiko digital SIMMR, tata Kelola SDM melalui HRIS, MOVIS dan tentunya JRku,” ujar Rivan.

Aplikasi JRku katanya, terus dikembangkan menjadi sarana kemudahan bagi masyarakat dalam aktivitas, seperti pelaporan kecelakaan, pengajuan santunan online, early warning system pembayaran pajak kendaraan bermotor, kemudahan pembayaran perlindungan penumpang angkutan umum, dan petunjuk perjalanan yang aman.

“Dengan transformasi digital ini, maka system tata Kelola perusahaan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat dan mudah, serta dapat berkontribusi dengan memberikan deviden kepada Negara,” jelas Rivan.

Baca Juga :   Konsumen Wajib Paham, Perawatan dan Penggantian Rantai Motor

Berkat inovasi dan transformasi proses bisnis ini berdampak kepada kinerja keuangan Jasa Raharja dimana pada semester I-2021 yang mengalami peningkatan Laba sebesar 77,14 persen atau sebesar Rp 877,84 Miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 495,56 Miliar.

Capaian tersebut tentunya kontribusi dari kinerja Pendapatan dengan realisasi sebesar Rp 2,91 Triliun atau naik 16,40 persen. Sementara dari sisi biaya, yakni sebesar Rp1,90 Triliun atau turun 2,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020, dengan demikian Perusahaan dapat melakukan efisiensi.

Total aset Jasa Raharja tercatat sebesar Rp 15,14 Triliun sedangkan ekuitas sebesar Rp 12,04 Triliun. Hingga Semester I Tahun 2021, Jasa Raharja juga tercatat memiliki permodalan yang kuat, dengan rasio risk based capital (RBC) sebesar 672,84 persen,  meningkat 13,86 persen jika dibandingkan dengan semester I-2020 sebesar 590,94 persen.

“Jasa Raharja sebagai badan usaha milik negara penyelenggara Program Perlindungan Dasar Penumpang dan Lalu Lintas Jalan bermokitmen untuk terus melakukan transformasi proses bisnis dalam memberi kemudahan sebagai pemenuhan kewajiban kepada masyarakat serta turut serta berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi nasional,”ujarnya.*/ENG

Komentar

News Feed