oleh

BKKBN Sulteng Segera Tim Khusus Penurunan Stunting

-Kota Palu-dibaca 84 kali

SULTENG RAYA – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah segera membentuk tim khusus untuk penurunan stunting.

“Dengan diamanahinya Kepala BKKBN sepagai ketua pelaksana penurunan stunting, pada Perpres 72, kita akan membentuk tim khusus yang fokus untuk penurunan stunting yang dikenal dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Tim ini akan dibentuk dari pusat hingga desa, termasuk di Sulawesi Tengah,” kata Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulteng, Maria Ernawati, Selasa (21/9/2021).

Menurutnya, dalam waktu dekat Perwakilan BKKBN Sulteng akan segera membentuk TPPS tingkat Sulteng dulu. Hal tersebut sesuai hasil koordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Mulyono saat audiensi pada Rabu (16/9/2021) pekan lalu.

Baca Juga :   Pemkot Palu Akan Launching Survey Tematik Indeks Aktualisasi Pancasila

Ia menjelaskan, pada pertemuan, ia juga menjelaskan mengenai kendala dihadapi BKKBN Sulteng untuk menurunkan angka stunting di Sulteng kepada Sekdaprov Mulyono.

“Waktu pertemuan,  Sekdaprov Sulteng, pak Mulyono jueg menanyakan mengenai kendala dihadapai sehigga target penurunan stunting masih jauh. Sehingga, kami menjelaskan, ada beberapa tantangan dalam implementasi konvergensi program pencegahan stunting yang telah berjalan sejak tahun 2015. Salah satu kendala yakni masih adanya ego sektoral pada masing-masing lembaga atau OPD. Nah, semoga dengan dibentuknya TPPS, target penurunan stunting tercapai,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, fokus sasaran BKKBN dalam program penurunan stunting adalah anak usia di bawah 5 tahun.

“Sasaran terkini stunting anak dibawah 5 tahun, BKKBN memfasilitasi untuk tim pendamping keluarga. Timnya itu terdiri dari bidan, kader PKK dan kader KB. Dimana target kami 2.299,  yang terbanyak ada di Palu” ucapnya.

Baca Juga :   Kursus Tiga Bahasa Asing, Wujudkan ASN Berkelas Dunia

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan sektor terkait, baik pemerintah maupun swasta serta melibatkan anak muda dalam rangka mencapai target penurunan stunting. Salah satunya, melalui forum GenRe. Mengingat, kata dia, stunting di Sulawesi Tengah masuk rangking 10 besar, begitu juga perkawinan anak masuk 5 besar nasional.

“Forum genre itu sudah terbentuk di 13 kabupaten dan kota. Kalau saya sedikit saja berbicara diinstagram, mereka sudah langsung rame,” ungkap Kaper Erna.

Pada kesempatan itu, kata dia, Sekdaprov juga menitip pesan kepada Forum Genre Sulteng dan seluruh anak muda generasi harapan daerah  untuk rencanakan hidup, wujudkan masa depan, karena berencana itu keren.

Turut hadir, jajaran pejabat fungsional Perwakilan BKKBN Sulteng dan Ketua forum Genre Sulteng, Muhamad Fadly.HGA

Komentar

News Feed