oleh

Pasca Penembakan Ali Kalora, Polisi Amankan 46 Babuk

SULTENG RAYA – Aparat gabungan kepolisian dan TNI berhasil mengamankan 46 barang bukti (babuk) pasca penembakan pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora dan rekannya Jaka Ramadan di Desa Astina Kecamatan Torue, Sabtu (18/9/2021).

Puluhan babuk tersebut diperlihatkan kepada wartawan saat konferensi pers di gedung Pesat Gatra Polres Parigi Moutong (Parmout), Ahad (19/9/2021).

Beberapa babuk yang berhasil diamankan tersebut diantaranya satu pucuk senjata laras panjang, peluru, bom rakitan, parang, gergaji, sarung, kaos, jaket, celana panjang,  belanga tempat masak air, tempat minum alumunium, senter, charger hp serta beberapa perlengkapan lainnya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen (Pol) Rudy Sufahriadi kepada wartawan mengatakan, keberhasilan penembakan terhadap dua Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso tersebut diawali dengan kegiatan intelijen yang mendapatkan informasi, baik secara manual maupun IT tentang keberadaan keduanya di wilayah Desa Astina.

Baca Juga :   DIREKTUR PSD KEMENDIKBUD RISTEK, Apresiasi Rembuk Pendidikan di Parmout

Berdasarkan informasi intelijen tersebut kata Kapolda, disepakati dilakukan operasi bersama dengan melibatkan beberapa satuan TNI/Polri dengan SOP standar yang berlaku bagi TNI/Polri yang tergabung dalam Operasi Madago Raya.

“Operasi ini apapun bentuknya, siapapun yang berhasil, itu operasi kita bersama. Jadi untuk kecepatan kegiatan, Pak Ka Ops dan saya sepakat untuk segera mengejar menempatkan satu tim dari Walet gegana Brimob Polri satu tim Sogili dari Densus 88 yang bersama-sama kami operasi disini. Pak Danrem mengetahui, Pak Kabinda mengetahui kita sama-sama sepakat, oke untuk kecepatan itu dilakukan,”ujar Kapolda.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan terima kasih seluruh kepada masyarakat Sulteng utamanya masyarakat Kabupaten Poso, Parmout dan Kabupaten Sigi yang sudah mendoakan pasukan gabungan hingga berhasil melumpuhkan kedua DPO tersebut.

Baca Juga :   DIREKTUR PSD KEMENDIKBUD RISTEK, Apresiasi Rembuk Pendidikan di Parmout

“Masih empat DPO lagi, yang sedang kita kejar. Saya mohon doanya, saya mohon dukungannya, agar masyarakat juga bersabar, kita akan kejar terus. Semoga Sulawesi Tengah terbebas dari aksi terorisme yang meresahkan masyarakat. Sepak terjang sudah jelas, perbuatannya sudah jelas, pasal pidana sudah jelas, kita tetap mereka,”tegas Kapolda.

Namun demikian kata Kapolda jika empat DPO yang masih tersisa mau menyerah, maka pihaknya akan menerima.

Turut hadir pada konferensi pers tersebut Dan Rem 132 Tadulako, Brigjen Farid Makruf dan Kabinda Sulteng, Brigjen TNI Andi Chandra. AJI

Komentar

News Feed