oleh

LP2AIK Unismuh Palu Bangun Kualitas Integritas Kader Lewat Pengajian

-Pendidikan-dibaca 148 kali

SULTENG RAYA-Lembangan Pembinaan dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyaan (LP2AIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, bekerjasama dengan Fakultas Hukum (Fakum) Unismuh Palu kembali melaksanakan pengajian rutin, pada Sabtu (18/9/2021) secara Virtual.

Pengajian rutin kali ini mengangkat tema Membangun Integritas Kualitas Kader Persyarikatan Muhammadiyah, dengan menghadirkan Wakil Ketua Majelis  Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sekaligus Komisioner LPSK RI, dan Mantan Komisioner Komnas HAM RI, Dr. Maneger Nasution, H.H., M.A.

Rektor Unismuh Palu, Dr. H. Rajindra, SE., MM dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi tema pengajian kali ini yang diangkat oleh LP2AIK Unismuh dan FAKUM Unismuh Palu, apa lagi menghadirkan pemateri yang sudah tidak asing bagi persyarikatan sebagai seorang tokoh yang konsen di bidang hukum.

Dengan harapan dapat memberikan pencerahan dan penguatan kepada kader di persyarikatan terkiat upaya membangun integritas itu. Mengingat Integritas adalah kunci dalam membangun sebuah organisasi dan lembaga.

Baca Juga :   Hari ini Unismuh Palu Tarik Mahasiswa Peserta PPL

“Nilai-nilai integritas sangat penting diterapkan dalam sebuah organisasi atau lembaga, karena itu sebagai kunci dari sebuah jalan keberlangsungan organisasi atau lembaga, inilah pentingnya kita hadir dan menyimak dengan baik, apa yang disampaikan oleh Pak Maneger Nasution,”pesan rektor.

Sementara itu, Maneger Nasution dalam pemaparan materinya mengatakan, kader Persyarikatan Muhammadiyah disamping dipersiapkan sebagai kader tangguh di persyarikatan, juga  dipersiapkan untuk meyempurnakan gerakan amal usaha, dan gerakan persyarikatan. Serta melakukan gerakan ke ranah keummatan, dan kebangsaan.

Karena itu katanya, berbicara tentang integritas menjadi hal yang sangat penting. Seorang pemimpin dapat diakui, dihormati, dan diikuti oleh komunitasnya karena faktor integritasnya.

Bahkan berdasarkan riset katanya, faktor integritas paling dominan mencapai 69 persen lebih, kompetensi tidak begitu besar, malah berada di posisi integritas, hanya berada pada posisi 8,8 persen, sementara yang lainnya melengkapi. Artinya kata Maneger Nasution, integritas sangat penting untuk dimiliki kader yang pada saatnya nanti sebagai pemimpin di arena persyarikatan, maupun di arena keummatan dan kebangsaan. 

Baca Juga :   SDN 21 Palu Persiapkan Diri ANBK Lewat Workshop

“Integritas adalah kunci kita, kompetensi tidak akan sempurna tanpa adanya integritas,”sebut Maneger Nasution.

Dosen Pascasarjana Uhamka ini juga menambahkan, bahwa jika kader dipersiapkan sebagai pemimpin, maka itu juga tergantung peran dari  pemimpinnya saat ini. Karena keberhasilan dan kegagalan sebuah organisasi atau lembaga itu sangat ditentukan oleh seorang pemimpin.

Olehnya itu, pemimpin harus memiliki kemampuan mobilisasi, melakukan konsolidasi, kemudian juga pada saatnya mengajak semua komponen oraganisasi atau lembaga itu bergerak bersama dengan baik. “Namun kata kuncinya itu, bila memimpinnya memiliki integritas yang baik, agar mampu melakukan hal-hal itu tadi,”ujarnya lagi.

Ia juga menyebut, ciri-ciri seorang yang bisa dikatakan berintegritas adalah ditandai oleh satunya kata dan perbuatan, bukan seorang yang kata-katanya tidak bisa dipegang, bukan tipe manusia dengan banyak wajah dan penampilan yang disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.

Baca Juga :   JAUHKAN KAMPUS DARI PEMAHAMAN KIRI, FAI Unismuh Tekankan Mahasiswa Ikut Organisasi Kampus

Katanya, untuk membangun integritas itu langkah pertama yang paling penting yaitu menetapkan nilai-nilai diri sendiri, mulai dari hal jujur, sabar, dapat dipercaya dan menghargai orang lain. Hal ini katanya dapat dilakukan dengan cara mencari panutan atau diri kita sendiri menjadi panutan, sehingga orang lain dengan ikhlas mengikuti tujuan yang akan dicapai dalam berorganisasi.

“Di sini seorang pemimpin muntak menjalankan nilai-nilai integritas, karena dialah yang akan dipandang orang lain terlebih dahulu, dijadikan contoh dan teladan terutama bagi bawahannya. ENG/MG6

Komentar

News Feed