oleh

Dua Mahasiswa Asal Sulteng Lolos Beasiswa IRN

-Pendidikan-dibaca 174 kali

SULTENG RAYA – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) kembali membuka program Indofood Riset Nugraha  (IRN) periode 2021/2022, dengan tema “Penelitian Milenial Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal pada Era Pandemi Covid-19”.

IRN adalah program yang dibuka untuk mahasiswa Stara 1 (S1) yang ada di seluruh Indonesia, guna memberikan dana bantuan penelitian sebagai syarat menyelesaikan pendidikan.

Dari 62 orang mahasiswa yang lolos beasiswa IRN periode 2021/2022, duadiantaranya adalah mahasiswa  dari Sulawesi Tengah (Sulteng). Helmaliya Hamid, mahasiswa Universitas Tadulako, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Program Studi (Prodi) Kimia. Dan Siti Aisa, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Widya Nusantara Palu, Prodi Gizi.

Baca Juga :   Untad Wisuda 4 Ribu Lebih Alumninya

Helmaliya Hamid, mengatakan bahwa ia sangat senang bisa lolos beasiswa IRN kali ini. “Saya sangat senang sekaligus terharu, karena bisa biaya penelitian saya untuk menyelesaikan S1 di Untad, dibiayai oleh Indofood,” katanya, Senin (20/9/21).

Ia memilih Biji Kelor sebagai bahan penelitian, karena itu merupakan bahan yang mudah ditemukan di Kota Palu dan memiliki banyak manfaat.

“Penelitian saya berjudul Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Asam Fitat Tempe Biji Kelor. Alasannya, pertama kelor banyak di Kota Palu, dan bahan alternatif yang bisa dibuat menjadi tempe. Kan sekarang harga kedelai mahal. Alasan kedua, kelor merupakan pangan fungsional atau bahan pangan yang memberikan manfaat tambahan di samping fungsi gizi dasar pangan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :   GOWES SILATURAHMI SIVITAS UNISMUH PALU, Rektor: Silaturahmi dan Olahraga Tingkatkan Imunitas

Siti Aisa, saat membaca bahwa namanya ada di hasil pengumuman yang lolos beasiswa IRN, ia sangat bersyukur dan sangat bangga pada dirinya sendiri.

“Ketika saya membaca hasil pengumuman peserta program IRN 2021-2022, dan disana ada nama saya, judul penelitian saya, dan nama kampus saya. Saya sangat bersyukur dan tentunya sangat bangga, karena nama saya bisa berada di tengah-tengah mereka yang saya tau sebagai mahasiswa-mahasiswa terpilih,” ungkapnya, Senin (20/9/21).

Dengan penelitian Siti Aisya yang berjudul “Sub Krim Instan Subtitusi Pangan Lokal Biji Banggai (Dioscorea Alata L.) Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Ikan Duo (Awaous Melanocepalus) Sebagai Alternatif Pangan Fungsional Untuk Baduta Stunting”.

Baca Juga :   Akbid Cendrawasih Meriahkan Dies Natalis ke 16 Dengan Berbagai Lomba

Ia berharap agar masyarakat bisa terus mengonsumsi bahan pangan lokal yang kaya akan gizi, dan tau cara mengelolanya supaya manfaatkan yang didapatkan, bisa lebih optimal.

“Indonesia merupakan Negara yang kaya akan jenis pangan lokal diberbagai daerah. Khususnya di Daerah Provinsi Sulteng, disana ada banyak Ubi Banggai, kelor, dan ikan duo. Mengonsumsi pangan lokal memiliki banyak sekali manfaat jika dikonsumsi oleh masyarakat. Akan tetapi, pangan lokal tersebut belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan penggunaannya belum optimal,” jelas Siti Aisa. MG2

Komentar

News Feed