oleh

Penipu Empat Kades di Donggala Divonis Tiga Tahun Penjara

SULTENG RAYA – Majelis Hakim Banding pada Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menguatkan putusan perkara pidana dengan nomor register 389/Pid.Sus/2020/PNDgl atas nama Terdakwa Agus Rauf dan Ariadi yang sebelumnya telah diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Donggala dengan hukuman pidana tiga tahun penjara.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Pengadilan Negeri Donggala, Andi Aulia Rahman beberapa waktu lalu.

“Majelis Hakim yang mengadili perkara tersebut dalam tingkat pertama terdiri dari Ahmad Gazali, S.H, sebagai Hakim Ketua, Andi Aulia Rahman, S.H dan Vincencius Fascha Adhy Kusuma, S.H. sebagai akim anggota,” ucapnya.

Diketahui kata dia, terdakwa Agus Raufadalah Warga Kota Palu  dan Ariadi adalah warga Desa Wanio, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan telah bekerjasama untuk melakukan penipuan terhadap empat Kepala Desa di Kabupaten Donggala masing-masing, Kepala Desa Jono Oge, Kepala Desa Siweli, Kepala Desa Sibado dan Kepala Desa Kolakola.

Dalam putusannya, Majelis Hakim menyebutkan sejumlah fakta hukum diantaranya bahwa untuk melancarkan aksinya, Terdakwa pada awalnya membeli nomor handphone Camat Sirenja, Hasran dan beberapa nomor handphone Kepala Desa di wilayah Kabupaten Donggala melalui Haris di Media Sosial Facebook seharga Rp1 juta rupiah.

Selanjutnya kata dia, para Terdakwa tersebut menelpon para Kepala Desa dengan berpura-pura mengatasnamakan Inspektur Inspektorat Kabupaten Donggala, Dee Lubis yang hendak meminjam uang dalam rangka pelaksanaan kegiatan di lingkungan Pemkab Donggala dan berjanji akan mengembalikan dana pinjaman tersebut keesokan harinya di kantor Pemda setempat.

“Terdapat empat Kepala Desa yang berhasil para Terdakwa tipu dengan nilai uang secara total yang diperoleh oleh para Terdakwa sebesar Rp62 juta rupiah yang berasal dari Kepala Desa Jono Oge mentransfer uang sejumlah Rp17  juta rupiah, Kepala Desa Siweli mentransfer uang sejumlah Rp10 juta rupiah, Kepala Desa Sibado mentransfer uang sejumlah Rp15 juta rupiah dan Kepala Desa Kolakola mentransfer uang sejumlah Rp20 juta rupiah,” sebutnya.

Dalam amar putusannya kata dia, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Donggala telah menjatuhkan putusan diantaranya menyatakan para Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan penipuan, menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun.

“Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya menyebutkan bahwa terdapat sejumlah keadaan yang memberatkan pada diri para Terdakwa yaitu perbuatan para Terdakwa merugikan Kepala Desa Jono Oge, Kepala Desa Siweli, Kepala Desa Sibado dan Kepala Desa Kolakola Kabupaten Donggala. Perbuatan para Terdakwa dilakukan terhadap Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik, perbuatan para Terdakwa meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Kata dia, putusan ini telah berkekuatan hukum tetap setelah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Sulteng menguatkan putusan PN Donggala tersebut melalui Putusan No. 54/PID.SUS/2021/PT PAL.

“Pengadilan Negeri Donggala mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam hal ini penyelenggara negara, agar selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan tugas kedinasan. Termasuk kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi agar selalu waspada terhadap maraknya penipuan online yang terjadi dalam kurun waktu terdekat,” imbaunya. */ADK

Komentar

News Feed