oleh

BPOM Harap Fasilitasi UMKM Urus Sertifikat CPOTB

-Kota Palu-dibaca 69 kali

SULTENG RAYA – Wakil Wali Kota Palu, dr Reny A Lamadjido, berharap kepada Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu agar  memudahkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pembuat obat tradisional mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

“Dalam meningkatkan kualitas pangan yang dikonsumsi untuk warga kita, mohon untuk difasilitasi bagi pelaku UMKM dalam pengurusan sertifikatnya,” kata Wawali Reny saat pertemuan dengan Kepala Balai POM di Palu, Agus Riyanto di ruang rapat Bappeda Kota Palu, Senin (20/9/2021).

Pertemuan tersebut memang fokus membahas tentang prosedur registrasi pangan dan obat tradisional.

Kepala BPOM di Palu, Agus Riyanto, mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 007 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional, obat tradisional diedarkan di wilayah Indonesia wajib memiliki izin edar. Izin itu diberikan Kepala BPOM melalui mekanisme registrasi sesuai dengan tata laksana yang ditetapkan.

Baca Juga :   Lurah Kabonena Bentuk Tim Pemantauan dan Penanggulangan Persampahan

“Sedangkan berdasarkan Permenkes Nomor 006 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional, dinyatakan obat tradisional hanya dapat dibuat oleh industri dan usaha di bidang obat tradisional,” jelas Agus.

Menurutnya, sertifikasi CPOTB merupakan salah satu tahapan perizinan agar suatu produk obat tradisional nantinya memperoleh nomor izin edar.

“Tujuan dari sertifikasi CPOTB bertahap mengayomi pelaku UMKM obat tradisional, namun tetap memperhatikan aspek keamanan, kebermanfaatan, dan mutu obat tradisional melalui penahanan penerapan aspek CPOTB,” ujar Agus.HGA

Komentar

News Feed