oleh

Aniaya Wasit, Lima Pemain Bola Donggala Dipenjara 10 Bulan

-Kab. Donggala-dibaca 2.760 kali

SULTENG RAYA – Lima pemain sepak bola dari klub Sinar Jaya Sipi di Kabupaten Donggala, divonis 10 bulan penjara usai melakukan penganiayaan terhadap wasit saat bertanding pada 7 Maret 2020 lalu.

Humas Pengadilan Negeri Donggala, Andi Aulia Rahman menjelaskan, majelis Hakim Pengadilan Negeri Donggala telah menjatuhkan putusan dalam perkara pidana dengan nomor register 252/Pid.B/2021/PNDgl dan 253/Pid.B/2021/PN Dgl dan atas nama Terdakwa Septian Dwi Cahyo, Reski Ardianto, Muzakir, Moh. Rifaldi dan Ahmad Rizal.

“Putusan perkara tersebut disampaikan dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada hari Selasa 14 September 2021. Majelis Hakim terdiri dari Ahmad Gazali, S.H. (Hakim Ketua), Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah, S.H dan Danang Prabowo Jati, S.H. (Hakim Anggota),” sebutnya.

Baca Juga :   Masyarakat Walandano Antusias Ikuti Vaksinasi Akabri 1999 Peduli

Andi Aulia menjelaskan, pada Sabtu 7 Maret 2020 sekira Pukul 15.30 Wita di lapangan sepak bola Surya Muda, Desa Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, dilangsungkan pertandingan sepak bola antara Lompio FC melawan Sinar Jaya Sipi dimana dalam pertandingan tersebut,  Muhtar Lembah didapuk sebagai wasit yang bertugas memimpin jalannya pertandingan.

Selanjutnya kata dia, pada saat pertandingan berjalan di menit ke-14 babak kedua, Wasit Muhtar Lembah menghadiahkan kartu merah kepada Terdakwa Moh. Rifaldi (Pemain Sinar Jaya Sipi), akibat pelanggaran keras yang dilakukan terhadap pemain Lompio FC. Pada saat itu, Terdakwa Moh. Rifaldi tidak menerima keputusan wasit Muhtar dan langsung menganiaya wasit secara berulang kali dengan menggunakan tangan terkepal yang mengenai rahang sebelah kiri.

Baca Juga :   Masyarakat Walandano Antusias Ikuti Vaksinasi Akabri 1999 Peduli

“Kemudian disusul oleh para pemain Sinar Jaya Sipi yang lain yaitu Terdakwa Septian Dwi Cahyo, Reski Ardianto, Muzakir, dan Ahmad Rizal yang bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap Wasit Muhtar Lembah, termasuk menginjak dengan menggunakan sepatu bola yang mengenai lengan sebelah kiri dan rusuk sebelah kiri Wasit,” jelasnya.

Dalam tuntutannya kata dia, penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Donggala menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara kepada Para Terdakwa selama sembilan bulan lamanya.

“Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Donggala telah menjatuhkan putusan  sebagai berikut, menyatakan para Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara terang-terangan dan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang, menjatuhkan pidana kepada para Terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan penjara,” tegasnya.

Baca Juga :   Masyarakat Walandano Antusias Ikuti Vaksinasi Akabri 1999 Peduli

Atas putusan tersebut lanjutnya, para Terdakwa melalui penasehat hukumnya, yaitu Misbahhudin dan Imam Ayatullah menyatakan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah. ADK

Komentar

News Feed