oleh

Dekan Fisip Untad Apresiasi Pembelajaran Berbasis Humanis di MBKM

-Pendidikan-dibaca 208 kali

SULTENG RAYA – Fakultas Ilmu Sosisal dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tadulako (Untad) sangat mengapresiasi kukirkulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), terutama dalam penerapan pembelajaran berbasis humanis.

Hal ini disampaikan langsung oleh Dekan Fisip Untad, Prof. Dr. Muhammad Khairil, M.Si. Ia mangatakan, pembelajaran berbasis humanis iniyaitu bagaimana mahasiswa memanusiakan manusia.

“Kami sangat mengapresiasi apapun program berbasis kurikulum MBKM, termasuk misalnya penerapan metode pembelajaran humanis. Dalam pandangan saya model humanis ini lebih kepada kepedulian kita terhadap sesama, jadi lebih banyak nuansanya kepada pengabdian dan berbagi. Nah, kalau saya, prinsip metode ini sanagat menarik, apalagi kita di Fisip, yang didalamnya ada konteks interaksi sosial, proses-proses sosial,”jelasnya, Jumat (17/9/21).

Baca Juga :   STPL Palu Dapat Kunjungan Perdana dari Sakinah Aljufri

“Ini sangat penting dalam mengembangkan kepedulian sosial dan kreativitas guna memaknai pengalamannya sendiri. Sehingga proses belajarnya menjadi sangat berarti bagi mahasiswa itu sendiri. Jadi, kalau saya sepenuhnya mendukung penerapan ini,” katanya menambahkan.

Dalam penerapannya, ia menyampaikan bahwa dengan kontribusi mahasiswa ke masyarakat dengan proses humanisme, dapat memberikan nilai tersendiri untuk mahasiswa tersebut.

“Penerapan MBKM model humanis ini  contohnya seperti, pembangunan desa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang dimana mahasiswanya ikut langsung turun kesana dan melakukan pengabdian di tengah masyarakat. Ini bagian dari proses-proses humanis itu. Nah, disituhlah mereka mendapatkan nilai karena kontribusnya terhadap masyarakat,” ucapnya. Ia berharap mahasiswa Fisip Untad untuk bisa menggali kemampuannya sendiri di lingkungan masyarakat.“Harapan saya, tentu saja dengan metode MBKM yang diterapkan atau yang diprogramkan pemerintah ini, saya harap,mahasiswa bisa berkontribusi langsung ditengah masyarakat. Jadi, mereka tidak lagi hanya sekadar menunggu materi didalam kelas, tapi tidak pernah turun lapangan. Dengan MBKM diharapkan kontribusi nyata aplikasi dan pengamalan keilmuwan ini itu nyata di masyarakat,” harapnya. MG2

Komentar

News Feed