oleh

Yayasan Sikola Mombine Ajak Perempuan untuk Divaksin

-Kota Palu-dibaca 104 kali

SULTENG RAYA – Yayasan Sikola Mombine melakukan peningkatan kapasitas kepada 15 perempuan terkait bahaya COVID-19 dan dampak baik dari vaksin di Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Jumat (17/9/2021).

Kegiatan itu, diikuti dari tokoh perempuan, perwakilan warga Kabonena dan pegawai pemerintahan kantor Kelurahan Kabonena.

Yayasan Sikola Mombine yang saat ini bekerjasama dengan Yayasan Kerti Praja selain melakukan upaya pencegahan kekerasan berbasis gender (KBG) dan memaksimalkan pemanfaatan layanan aduan kekerasan berbasis gender, dan penguatan terkait kesehatan reproduksi pada perempuan, Sikola Mombine juga melakukan penguatan terkait bahaya COVID-19 dan dampak baik dari vaksin yang ada di wilayah Palu dan Donggala.

Taufik selaku Program Manager Yayasan Sikola Mombine mengatakan, proses kegiatan ini sangat menerapkan protokol kesehatan yang ketat, peserta semua disediakan masker dan Handsanitizer, jumlah peserta juga dibatasi hanya 15 orang perempuan yang terlibat dalam proses peningkatan kapasitas tersebut.

Baca Juga :   Wakajati Firdaus: Kejari Harap Dorong Pemda Optimalisasi Program Jamsostek

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan untuk terus melakukan protokol kesehatan yang ketat, agar perempuan terhindar dari penyebaran COVID-19, dan perempuan bisa terlibat jadi pelopor untuk terus menjaga kesehatan dan melakukan protokol kesehatan yang baik, serta mengajak masyarakat untuk mau ikut vaksinasi yang telah disediakan oleh pemerintah dan tenaga kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini kita masih berada pada situasi pandemi COVID-19, tidak sedikit perempuan terkena dampak penyebaran COVID-19. “Kami berkomitmen selain melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tak lupa pula kami melakukan peningkatan kapasitas kepada perempuan untuk terus melakukan protokol kesehatan dengan baik, dan mendorong perempuan agar jadi pelopor untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, dan mengajak perempuan untuk ikut vaksin, kecuali masyarakat yang tidak bisa divaksin, seperti punya riwayat penyakit tertentu sehingga tidak bisa divaksin,” tambah Taufik. */HJ

Komentar

News Feed