oleh

Wali Kota Hadianto: Pemkot Palu Sementara Siapkan Lahan

-Kota Palu-dibaca 63 kali

SULTENG RAYA – Menanggapi keluhan warga di hunian sementara (huntara) Petobo soal pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang lamban, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palu tengah mengusahakan percepatan pembangunan dengan menyiapkan lahan.  

Wali Kota Hadianto mengatakan, sebenarnya Pemerintah sudah menyiapkan tempat di Pombewe, namun masyarakat Petobo tidak ingin pindah dan menginginkan pembangunan huntap di Petobo.

“Untuk masyarakat Petobo, mereka menginginkan Huntapnya di Petobo. Mereka tidak ingin pindah kemana-mana. Sebenarnya kalau mereka ingin pindah, Pombewe sudah siap. Pemerintah sudah menyiapkan tempat kalau mereka mau pindah cuma mereka tidak mau pindah maunya tetap di Petobo,” jelas Hadi kepada Sulteng Raya, Jumat (17/9/2021).

Baca Juga :   PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, LPKA Palu Harap Andik Dapat Meneladani Akhlak Rasullullah

Oleh karena itu, kata Hadianto, saat ini Pemkot Palu tengah menyiapkan lahan dan akan selesai dalam waktu cepat, sehingga nantinya pembangunan Huntap bisa berjalan.

Sebelumnya diberitakan, hampir genap tiga tahun sudah pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu namun hingga kini masih ada penyintas yang tinggal di Hunian Sementara (Huntara).

Salah seorang warga penyintas Kelurahan Petobo, Fatimah, mengeluhkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang sampai saat ini belum juga rampung padahal sudah hampir tiga tahun pascabencana.

Ia mengatakan, dirinya beserta keluarga sudah sangat menginginkan untuk segera pindah ke Huntap. “Saya ingin segera pindah ke Huntap, tapi katanya pembangunan belum selesai. Nama saya terdaftar sebagai penerima Huntap di Tondo dua,” ujar Fatimah kepada Sulteng Raya, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga :   Kursus Tiga Bahasa Asing, Wujudkan ASN Berkelas Dunia

Dirinya menjelaskan, keinginan untuk segera pindah ke Huntap dikarenakan kondisi penyokong Huntara yang selama ini ditempati telah banyak yang rusak dan lapuk. Belum lagi ketersediaan air bersih yang mulai terbatas serta banyaknya fasilitas umum penyintas yang rusak.

Terlebih lagi kata dia, pada saat hujan turun terkadang air menggenang setinggi tumit orang dewasa. Olehnya ia menginginkan pembangunan Huntap agar secepatnya diselesaikan.

“Kami di Huntara juga sudah setahun lebih tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Dulu ada bantuan untuk para lanjut usia tetapi sekarang sudah tidak ada,” katanya.

“Saya ingin secepatnya tinggal di Huntap. Saya tidak mau lagi kalau harus melewati puasa Ramadan dan hari raya idul fitri untuk yang kesekian kali di Huntara,” lanjutnya. NDY

Komentar

News Feed