oleh

BKKBN: Dinamika Kependudukan Harus Diintegrasikan Strategi Pembangunan

-Kota Palu-dibaca 64 kali

SULTENG RAYA – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah kembali melaksanakan pertemuan dalam program selasa menyapa dengan PKB/PLKB melalui daring, mengangkat tema Kebijakan Pembangunan Kependudukan, Selasa (14/9/2021).

Subkoordinator Pemaduan Kebijakan Daerah Direktorat Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk (Ditjakduk) BKKBN, Rikhaparamita Siregar, mengatakan, dinamika kependudukan harus diintegrasikan ke dalam strategi pembangunan.

Karena, kata dia, penduduk menjadi bagian tidak terpisahkan dalam setiap aspek pembangunan, baik sebagai pemberi dan penerima hasil pembangunan atau people centered development.

“Usaha ini yang sedang dilakukan oleh BKKBN. Termasuk untuk menyiapkan suatu cetak biru pembangunan kependudukan yang diharapkan dapat digunakan oleh pemangku kepentingan dalam merencanakan pembangunan yang berorientasi pada penduduk. Demi meningkatkan kualitas manusia Indonesia sesuai dengan visi Indonesia 2045,” jelas Rikhaparamita Siregar saat menjadi salah satu narasumber pada selasa menyapa.

Baca Juga :   Sebulan Terakhir, Harga Minyak Goreng Kemasan Naik

I amenjelaskan, berbicara kependudukan, artinya berbicara dari kacamata yang lebih luas dan berpikir ke depan di dalam kerangka pembangunan.

Menurutnya, selama ini aspek di dalam pembangunan tidak mempertimbangkan penduduk di dalamnya.

“Misalnya, membangun sekolah tanpa mempertimbangkan berapa jumlah penduduk dan proporsi peserta didik daerah sekitar. Bicara penduduk tidak hanya berbicara program lima tahun, tetapi rentang waktu jauh ke depan. Karena, investasi dan rekayasa kependudukan akan terlihat hasilnya dalam waktu tidak singkat, tidak seperti membangun infrastruktur,” kata Rikhaparamita.

Ia mengatakan, BKKBN sebagai pemegang mandat pengendalian penduduk telah berhasil mengendalikan penduduk. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah TFR alias angka kelahiran total yang turun serta Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) yang melambat.

Baca Juga :   PPKM Turun Level, ‘Angin Segar’ Usaha Warung Makan

Tetapi, kata dia, program pengendalian penduduk teresebut juga berpengaruh terhadap perubahan struktur umur dan komposisi penduduk.

“Misalnya, sekarang ini jumlah penduduk usia produktif besar dan diharapkaan dapat menjadi modal untuk peningkatan ekonomi atau dikenal dengan istilah Bonus Demografi. Walaupun dalam situasi kependudukan yang sama, apabila tidak dimanfaatkan denga intervensi tepat, dapat menimbulkan chaos seperti tingkat pengangguran yang akan meningkat,” jelasnya.   Isu lain terkait adalah persiapan meningkatkan jumlah kelompok usia tua. Hal tersebut penting karena usia harapan hidup meningkat. Hal ini merupakan suatu keberhasilan, karena derajat kualitas hidup manusia Indonesia meningkat, tetapi juga merupakan suatu catatan dalam perencanaan pembangunan mendatang yang harus mulai dipersiapkan dari sekarang.HGA

Komentar

News Feed