oleh

Wakil Ketua MPR-RI Serap Aspirasi Akademisi Untad Palu

-Pendidikan-dibaca 91 kali

SULTENG RAYA- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad, telah mengunjungi Kampus Universitas Tadulako (Untad) dalam rangka menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti serta mendukung pembentukan Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (BP2KTI), dari aspirasi sivitas akademika Untad.

Kehadiran Mantan Gubernur Provinsi Gorontalo itu disambut oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP, beserta jajaran wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, dan segenap sivitas akademika Untad, di Aula Fakultas Kedokteran Untad.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP, dalam sambutannya mengatakan, kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan bagi Untad. Sosok Fadel Muhammad kata dia, bagi masyarakat Sulteng sudah sangat familiar dan memiliki rekam jejak yang luar biasa, baik sebagai pengusaha, pejabat daerah, hingga politisi nasional.

Baca Juga :   Rektor Unismuh Palu: Maulid Refleksi Keteladanan Nabi Muhammad SAW

Sivitas akademika Untad kata dia, mendukung sepenuhnya inisiatif pembentukan Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (BP2-KTI). Pihaknya berharap ide ini bisa menjadi pemicu dalam perkembangan dan percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, khususnya di Sulteng.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad, dalam paparannya mengatakan, posisi relatif Kawasan Timur Indonesia tergambar dalam beberapa indikator pembangunan ekonomi, seperti ketimpangan pembangunan wilayah, ketimpangan pendapatan, indeks pembangunan manusia, angka kemiskinan yang kurang menguntungkan. Di sisi lain, ketersediaan sarana dan prasarana transportasi, pendidikan, kesehatan, dan energi listrik yang kurang memadai.

Tingginya disparitas pembangunan antara wilayah Barat dan Timur Indonesia baik dalam aspek ekonomi, sosial maupun budaya, sebagai akibat pemanfaatan sumberdaya yang tidak efisien dan efektif, membawa Kawasan Timur Indonesia pada posisi yang kurang menguntungkan.

Baca Juga :   Mahasiswi UIN Palu Terbaik Dua Lomba Kaligrafi Nasional

Pada saat yang sama, pengelolaan keuangan daerah yang hanya mengejar serapan anggaran yang tinggi tanpa mempertimbangan perencanaan pembangunan yang berifat menyeluruh, efisien, dan tepat sasaran. Hal itu boleh jadi sebagai akibat dari konsep perencanaan yang tidak berbasis government entrepreneurship.

Bukan hanya itu, anggaran pembangunan untuk kawasan timur Indonesia dinilai tertinggal jauh. Hal ini karena permintaan terkait percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia belum spesifik.

“Untuk itu hadir inisiatif untuk membentuk BP2-KTI, dengan harapan badan ini dapat mendukung percepatan pembangunan di kawasan Timur Indonesia. Hal ini juga mendukung kebijakan nasional, dengan pemindahan ibu Kota Negara di wilayah Timur Indonesia, tepatnya di Pulau Kalimantan,” ujar Fadel. Rabu (15/9/2021).

Sulawesi kata Fadel, memiliki sumber daya dan kekayaan alam yang melimpah, misalnya kawasan Teluk Tomini. Untuk itu kata dia, muncul ide untuk membuat terusan di leher Pulau Sulawesi, untuk mendukung akses dari daerah timur seperti Maluku dan Papua ke ibu kota baru.

Baca Juga :   SDN 22 Palu Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Untuk itu kata dia, pihaknya berharap masukan-masukan dari Untad, terkait inisiatif ini. Masukan-masukan ini kata dia, sangat berharga bagi pengembangan ide ini ke depan.

Dalam pertemuan itu, salah satu yang diutarakan oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama (Warek Banjas) Prof. Dr. Amar ST.,MT terkait rencana startegis pembangunan terusan di leher Pulau Sulawesi dari Desa Tambu Kabupaten Donggala ke Desa Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong untuk mendukung akses dari daerah timur seperti Maluku dan Papua ke ibu kota baru. “Ini akan menjadi terusan ketiga terpendek di dunia, jika ini terealisasi,”ujar Prof Amar. MG2/ENG

Komentar

News Feed