oleh

Warga Huntara Petobo Keluhkan Pembangunan Huntap

-Kota Palu-dibaca 68 kali

SULTENG RAYA – Hampir genap tiga tahun pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, namun hingga kini masih ada penyintas tinggal di hunian sementara (Huntara).

Salah seorang warga penyintas Kelurahan Petobo, Fatimah, mengeluhkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) sampai saat ini belum rampung. Padahal, sudah hampir tiga tahun pascabencana.

Ia mengatakan, dirinya beserta keluarga sudah sangat menginginkan untuk segera pindah ke Huntap.

“Saya ingin segera pindah ke Huntap, tapi katanya pembangunan belum selesai. Nama saya terdaftar sebagai penerima Huntap di Tondo dua,” ujar Fatimah kepada Sulteng Raya, Rabu (15/9/2021).

Ia menjelaskan, keinginan untuk segera pindah ke Huntap karena kondisi penyokong Huntara selama ini ditempati, telah banyak rusak dan lapuk. Belum lagi ketersediaan air bersih mulai terbatas serta banyaknya fasilitas umum penyintas rusak.

Baca Juga :   Berkat Vaksinasi Astrazeneca, Rencana Eet Bepergian ke Luar Negeri Bisa Terwujud

Terlebih lagi, kata dia, saat hujan turun, terkadang air menggenang setinggi tumit orang dewasa. Olehnya ia menginginkan pembangunan Huntap agar secepatnya diselesaikan.

“Kami di Huntara juga sudah setahun lebih tidak mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah. Dulu ada bantuan untuk para lanjut usia, tetapi sekarang sudah tidak ada,” katanya.

“Saya ingin secepatnya tinggal di Huntap. Saya tidak mau lagi kalau harus melewati puasa Ramadan dan hari raya idul fitri untuk yang kesekian kali di Huntara,” lanjutnya. NDY

Komentar

News Feed