oleh

Sulteng Penuhi Kebutuhan Bahan Baku Industri Pengolahan dari Afsel

-Kota Palu-dibaca 57 kali

SULTENG RAYA – Selama periode Januari hingga Juli 2021, Sulawesi Tengah melakukan impor sektor industri pengolahan, komoditas besi, baja, bijih, kerak dan abu logam dari negara berkembang lain, Afrika Selatan (Afsel).

“Sulteng memenuhi kebutuhan impor sektor industri pengolahan dari negara itu (Afrika Selatan). Besi dan baja hanya ada di bulan Mei, sedangkan bijih, kerak dan abu logam pada data terbaru ekspor impor, Juli 2021,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng, Sutrisno kepada Sulteng Raya, Ahad (12/9/2021).

Saat ditanya alasan Afrika Selatan sumber impor? Sutrisno mengatakan, pihaknya hanya sekedar melakukan perhimpunan data, tidak mendetail untuk sebab pelaksanaan impor.

Baca Juga :   Daya Beli Turun, Penjualan Barang Elektronik Jadi Lesuh

Ia menguraikan, total impor daerah selama Juli 2021 senilai 450,05 juta US dollar, turun sebesar 248,74 juta US dollar atau 35,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan selama periode Januari-Juli 2021, terjadi peningkatan 2.475,26 juta US dollar atau sebesar 230,68 persen menjadi 3.548,29 juta US dollar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilihat dari neraca perdagangan, kata dia, dengan seluruh negara mitra dagang, Sulteng mengalami surplus senilai 487,15 juta US dollar selama Juli 2021 dan surplus senilai 2.578,90 juta US dollar selama Januari-Juli 2021.

Sedangkan menurut negara asal, Afsel menempati urutan tiga teratas dengan total nilai impor sebesar 580,17 juta US dollar atau 16,35 persen dari 100 persen nilai impor.

Baca Juga :   Kabid Sebut SMP di Palu Siap Melaksanakan PTM

“Impor selama Juli 2021 didominasi dari Tiongkok yaitu senilai 136,89 juta US dollar atau 30,42 persen. Selama Januari-Juli 2021, impor berasal dari Tiongkok senilai 1.658,42 juta US dollar (46,74 persen), dan Afrika Selatan, Australia senilai 412,40 juta US dollar (11,62 persen), sedangkan sisanya berada dibawah lima persen,” ungkapnya.

Namu terlepas dari impor, daerah juga berhasil melakukan ekspor. Nilai ekspor daerah selama Juli 2021 senilai 937,20 juta US dollar atau turun 171,91 juta US dollar (15,50 persen) dibandingkan bulan sebelumnya.

Nilai itu, kata Sutrisno, merupakan  ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai 932,45 juta US dollar dan provinsi lain senilai  4,75 juta US dollar. Selama Januari-Juli 2021, total nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat 6.127,19 juta US dollar atau meningkat 2.103,94 juta US dollar (52,29 persen) dibandingkan periode yang  sama tahun lalu yang hanya sebesar 4.023,25 juta US dollar. Jika dirinci, ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai 6.074,79 juta US dollar dan provinsi lain senilai 52,40 juta US dollar. RHT

Komentar

News Feed