oleh

Gubernur Sulteng Minta Bupati/Wali Kota Tingkatkan Sebaran Vaksin

-Kota Palu-dibaca 104 kali

SULTENG RAYA – Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura meminta agar Bupati/Wali Kota untuk meningkatkan sebaran vaksin kepada masayarakat, karena saat ini distribusi vaksin dari pusat jumlahnya sangat besar.

“Kita minta segera dilakukan penyuntikan vaksin kepada masyarakat, jangan sampai vaksin tersimpan lama ditempat penyimpanan. Karena kita berharap agar pemerintah pusat dapat terus mengirim vaksin ke Sulawesi Tengah,”  kata Gubernur Rusdy Mastura usai mendengar laporan Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, dr. I komang Adi Sujendra, Jum’at (10/9/2021).

Selain itu, Rusdy Mastura juga meminta agar Bupati dan Wali Kota di Sulteng terus melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, TNI, Polri , media,  tokoh pendidikan, dan civitas kampus untuk bersama -sama mensukseskan percepatan sebaran vaksin kepada masyarakat.

Baca Juga :   Berkat Vaksinasi Astrazeneca, Rencana Eet Bepergian ke Luar Negeri Bisa Terwujud

Sementara itu,  Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, dr. I komang Adi Sujendra mengatakan, bahwa distribusi pengiriman vaksin saat ini sangat besar datang ke Sulawesi Tengah. Vaksin yang datang langsung didistribusikan ke 13 Kabupaten/Kota yang ada di Sulteng. 

Lebih lanjut, dr. I komang Adi Sujendra menyampaikan, perlu dukungan dari Kabupaten dan Kota Palu agar distribusi sebaran vaksin terus meningkat. 

Dia mengungkap, sesuai dengan data sebaran vaksin saat ini, angka terendah ada di Kabupaten Donggala, sebaran vaksin tahap I  sebesar 9,2 persen, sementara tahap II sebanyak 5,3 persen. Selanjutnya, Kabupaten Parigi Moutong sebaran vaksin tahap I, sebesar  11,7 persen dan tahap II, sebesar 5,1 persen. Kabupaten Tojo Una-una, tahap I sebesar 11, 7 persen dan tahap II sebesar 6,5 persen. Sementara untuk sebaran vaksin tertinggi adalah Kabupaten Morowali, dimana tahap I mencapai 52,4 persen, tahap II sebesar 33,6 persen. Kemudian Kota Palu tahap I, sebesar 46,2 persen dan tahap II sebesar 30,0 persen serta Kabupaten Buol  tahap I sebesar  31,3 persen dan tahap II  sebesar 18,0 persen. *WAN

Komentar

News Feed