oleh

Asosiasi Keluhkan Harga Pakan Ayam Petelur Makin Naik

-Kota Palu-dibaca 80 kali

SULTENG RAYA – Asosiasi Kelompok Ternak Saudara Unggas di Jalan Malontara, Kelurahan Pengawu, Kota Palu, mengeluhkan harga pakan ayam terus melambung, sementara harga telur tidak mengalami kenaikan, justru cenderung menurun.

Ketua Kelompok Ternak Saudara Unggas, Rustam, mengatakan, harga pakan naik dua kali lipat dari harga normal. Dedak dari Rp1.200 sampai Rp1.500 per kilogram (kg), naik menjadi Rp3.000 per kg. Kemudian, jagung dulunya kisaran Rp3.000, sekarang naik Rp6.000 per kg. Konsentrat juga begitu, naik Rp100 ribu per sak.

“Harga pakan makin naik. Tapi harga telur ayam sudah turun sekali atau bisa dibilang jatuh sekitar Rp20.000 sampai Rp30.000 per rak. Untuk biaya produksi lebih tinggi hampir mencapai 70 persen dibandingkan hasil yang kami dapatkan,” kata Rustam, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga :   Mendagri Sarankan Sulteng Genjot Sektor Pertanian dan Perikanan

Bahkan, kata dia, dengan gejolak harga pakan dan harga telur yang menurun itu, beberapa peternak anggota asosiasi memilih tidak beroperasi.

“Alasan mereka menutup usahanya akibat permintaan telur menurun, naiknya harga pakan, kondisi pandemi Covid-19, dan adanya PPKM level 4 yang terus diperpanjang,” terangnya.

Ia berharap kepada Pemerintah melalui dinas terkait, agar melakukan pengawasan ketat terhadap harga pakan. Begitu pula, dengan membantu kebutuhan peternak yang kini semakin tergerus akibat kebijakan.

“Harapan kami pemerintah harus turun langsung melihat kondisi di lapangan. Terutama pada penyaluran bansos diusahakan agar dapat menyerap telur ditingkat peternak lokal yang ada di Kota Palu,” harapnya.

“Kemudian pemerintah daerah jangan hanya selalu mengandalkan produksi telur dari luar, akhirnya telur lokal tidak terserap dengan baik sehingga membuat harga penjualan jatuh,” ujarnya menambahkan. RHT

Komentar

News Feed